Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Benarkah GERD Bisa Memicu Kematian Mendadak? Ini Penjelasan Medisnya

Redaksi Radar Kudus • Senin, 26 Januari 2026 | 15:27 WIB

 

Ilustrasi sakit perut
Ilustrasi sakit perut

RADAR KUDUS – Kabar meninggalnya seorang selebgram muda di Jakarta Selatan memicu perbincangan luas di media sosial.

Riwayat penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan radang usus yang sempat ia alami membuat sebagian warganet mempertanyakan kemungkinan GERD menjadi penyebab kematian mendadak.

Secara medis, GERD tidak menyebabkan kematian secara langsung maupun tiba-tiba. Penyakit ini terjadi akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan yang menimbulkan keluhan seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada, mual, hingga muntah.

Pada umumnya, GERD dapat dikendalikan melalui pengobatan rutin dan perubahan pola hidup.

Meski demikian, kondisi yang tidak tertangani dengan baik dapat memicu komplikasi. Peradangan kronis pada kerongkongan berisiko menimbulkan luka, penyempitan saluran, hingga gangguan menelan.

Dalam situasi tertentu, infeksi berat yang berkembang menjadi infeksi sistemik atau sepsis dapat memperburuk keadaan dan berujung fatal.

Penggunaan obat-obatan seperti antibiotik dan pereda nyeri dalam kondisi tertentu juga dapat memengaruhi saluran cerna.

Pada sebagian pasien, obat tersebut dapat memicu kekambuhan GERD, menurunkan nafsu makan, dan memperlemah kondisi tubuh secara keseluruhan.

Peradangan usus yang dialami pasien juga tidak selalu berdiri sendiri. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan lain dalam sistem pencernaan.

Oleh karena itu, keluhan mual dan muntah berkepanjangan yang tidak membaik meski telah mendapatkan pengobatan perlu dievaluasi lebih lanjut.

Pemeriksaan endoskopi menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui penyebab pasti keluhan saluran cerna.

Melalui prosedur ini, kondisi kerongkongan, lambung, hingga usus dua belas jari dapat diperiksa secara langsung sehingga potensi luka serius, peradangan berat, maupun tumor dapat terdeteksi sejak dini.

Penanganan GERD yang tidak tuntas juga berpotensi menimbulkan kekambuhan saat tubuh mengalami kondisi tertentu, seperti kehamilan atau stres fisik lainnya.

Pada trimester awal kehamilan, misalnya, perubahan hormonal dapat memperburuk gejala asam lambung.

Karena itu, penderita GERD dianjurkan menjalani pengobatan secara teratur dan melakukan evaluasi menyeluruh hingga kondisi benar-benar terkendali.

Pengawasan medis yang tepat menjadi kunci agar gangguan asam lambung tidak memperburuk penyakit lain yang mungkin muncul.

Pada akhirnya, GERD bukanlah penyebab kematian mendadak secara langsung. Namun, pengabaian gejala, keterlambatan pemeriksaan, serta komplikasi berat dapat meningkatkan risiko kondisi yang lebih serius.

Kesadaran untuk memeriksakan diri dan menjalani terapi secara konsisten menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. (Rani)

Editor : Mahendra Aditya
#kesehatan #Gastroesophageal Reflux Disease #gerd #Kematian #asam lambung