RADAR KUDUS - Nyeri sendi dan jari jemari yang terasa kaku merupakan keluhan kesehatan yang kerap dialami masyarakat, baik usia lanjut maupun mereka yang aktif beraktivitas.
Kondisi ini dalam istilah medis dikenal sebagai artritis, yakni peradangan pada sendi yang dapat menimbulkan rasa nyeri, bengkak, dan ketidaknyamanan saat bergerak.
Dokter Agus Rahmadi menjelaskan bahwa nyeri sendi memiliki beragam penyebab. Mulai dari penumpukan asam urat, penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, hingga proses penuaan yang menyebabkan berkurangnya pelumas sendi dan pengerasan tulang rawan. Gesekan antartulang inilah yang kemudian memicu rasa sakit.
Selain pengobatan medis, sejumlah ramuan herbal alami dinilai dapat membantu meredakan peradangan sendi jika digunakan dengan tepat.
Namun, dokter menegaskan bahwa konsumsi herbal tetap harus memperhatikan dosis, indikasi, dan kondisi kesehatan seseorang agar tidak menimbulkan efek samping, terutama pada ginjal dan organ lain.
Untuk penggunaan luar, minyak sereh dan minyak cengkeh disebut lebih efektif dibanding minyak kayu putih.
Kedua minyak tersebut memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik yang dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan pada sendi.
Sementara itu, penggunaan lidah buaya dinilai kurang optimal untuk nyeri sendi, meski dapat memberikan efek dingin dan nyaman pada kulit.
Salah satu ramuan yang mudah dibuat di rumah adalah rebusan serai. Dua hingga tiga batang serai yang telah dimemarkan direbus dengan sekitar 500 mililiter air hingga tersisa setengahnya.
Air rebusan ini dapat diminum pagi dan sore hari untuk membantu mengurangi peradangan. Agar lebih nyaman dikonsumsi, minuman herbal ini dapat ditambahkan madu sebagai pemanis alami.
Selain serai, tanaman gerges otot yang kerap dijadikan tanaman hias pagar juga diketahui memiliki manfaat antiinflamasi. Air rebusan tanaman ini dipercaya membantu meredakan nyeri sendi dan pegal otot.
Dari sisi makanan, kolang-kaling dan alpukat menjadi pilihan yang baik untuk kesehatan sendi. Kolang-kaling mengandung galaktomanan dan glukosamin yang berfungsi sebagai pelumas sendi alami serta membantu mengurangi peradangan.
Konsumsi kolang-kaling disarankan sekitar 100 gram per hari dan diolah tanpa pewarna atau gula berlebihan.
Sementara itu, alpukat kaya akan omega-3, glukosamin, dan antioksidan yang membantu menjaga kesehatan tulang rawan serta memperlambat proses penuaan sendi.
Untuk hasil maksimal, alpukat sebaiknya dikonsumsi dengan pemanis alami seperti madu, tanpa tambahan gula dan susu berlebih.
Kencur juga terbukti memiliki khasiat untuk mengatasi nyeri dan kekakuan sendi. Kencur dapat diparut, diperas dengan air hangat, lalu direbus sebentar sebelum diminum.
Ramuan ini bahkan dapat dikombinasikan dengan serai untuk mendapatkan efek antiinflamasi ganda.
Selain ramuan herbal, dokter juga menyarankan penerapan kebiasaan sederhana seperti berwudu dengan benar.
Gerakan membasuh dan menyela-nyela jari tangan serta kaki dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, yang berperan penting dalam mengurangi keluhan nyeri sendi akibat gangguan peredaran darah.
Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di dapur dan lingkungan sekitar, masyarakat dapat membantu meredakan nyeri sendi secara aman dan sederhana.
Meski demikian, apabila keluhan berlangsung lama atau semakin parah, pemeriksaan medis tetap disarankan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (Ghina)
Editor : Mahendra Aditya