Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sering Disamakan, Ini Perbedaan Sakit Maag, Asam Lambung, dan Gerd agar Tak Salah Kaprah

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 20 Januari 2026 | 14:31 WIB
Perbedaan Sakit Maag, Asam Lambung, dan GERD
Perbedaan Sakit Maag, Asam Lambung, dan GERD

RADAR KUDUS - Banyak orang masih menganggap sakit maag, asam lambung, dan GERD sebagai kondisi yang sama.

Padahal, meskipun ketiganya saling berkaitan dan berhubungan dengan produksi asam lambung, masing-masing memiliki pengertian, penyebab, serta tingkat keparahan yang berbeda.

Memahami perbedaan ketiga kondisi ini penting agar penanganan yang dilakukan lebih tepat.

Sakit maag, yang dalam istilah medis dikenal sebagai dispepsia, merupakan kondisi tidak nyaman atau nyeri pada sistem pencernaan, khususnya di bagian perut atas atau ulu hati.

Gejala maag dapat berupa rasa perih, mulas, kembung, sering bersendawa, mual, hingga muntah.

Rasa sakitnya bisa datang dan pergi serta sering muncul setelah makan.

Maag tidak selalu disebabkan oleh naiknya asam lambung, tetapi lebih berkaitan dengan gangguan pencernaan secara umum.

Penyebab sakit maag antara lain pola makan yang tidak teratur, stres atau kecemasan, infeksi Helicobacter pylori, konsumsi obat-obatan tertentu seperti ibuprofen dan aspirin, serta kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, sakit maag dapat berkembang menjadi gastritis kronis, tukak lambung, hingga perdarahan lambung.

Sementara itu, asam lambung atau acid reflux adalah kondisi ketika cairan asam dari lambung naik ke kerongkongan.

Kondisi ini terjadi akibat melemahnya otot katup sfingter esofagus bagian bawah (LES), yang seharusnya berfungsi mencegah asam lambung naik kembali.

Gejala yang umum dirasakan adalah sensasi panas atau terbakar di dada (heartburn), rasa pahit atau asam di mulut, kembung, batuk kronis, gangguan tidur, hingga sesak napas.

Beberapa faktor yang dapat memicu asam lambung antara lain konsumsi makanan berlemak, pedas, dan asam, kebiasaan makan sebelum tidur, minuman berkafein atau beralkohol, obesitas, serta kehamilan.

Jika asam lambung terjadi berulang kali, kondisi ini berisiko berkembang menjadi GERD.

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) merupakan bentuk kronis dan lebih serius dari asam lambung.

GERD terjadi ketika refluks asam lambung muncul secara berulang, umumnya lebih dari dua kali dalam seminggu, dan menyebabkan peradangan atau kerusakan pada kerongkongan.

Gejala GERD meliputi nyeri dada, batuk kronis, suara serak, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, hingga asam lambung yang naik ke tenggorokan.

Jika tidak ditangani dengan baik, GERD dapat menimbulkan komplikasi serius seperti esofagitis (radang kerongkongan), penyempitan kerongkongan, Barrett esophagus, hingga peningkatan risiko kanker kerongkongan.

Beberapa gejala GERD bahkan menyerupai serangan jantung, sehingga pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

Untuk mencegah dan mengatasi ketiga kondisi tersebut, perubahan gaya hidup menjadi langkah utama.

Penderita disarankan menghindari makanan pemicu seperti makanan pedas, asam, berlemak, cokelat, kopi, dan alkohol.

Selain itu, makan secara teratur dengan porsi kecil, tidak langsung berbaring setelah makan, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, serta berhenti merokok juga sangat dianjurkan.

Selain pengobatan medis, sebagian orang memilih cara alami sebagai pendamping, seperti mengatur pola makan sehat dan konsumsi bahan alami tertentu.

Namun demikian, jika gejala terus berulang atau semakin berat, pemeriksaan dan penanganan dari tenaga medis tetap menjadi langkah paling aman.

Secara ringkas, sakit maag merupakan gangguan pencernaan yang bersifat umum, asam lambung adalah kondisi naiknya asam ke kerongkongan, sedangkan GERD adalah kondisi kronis dari asam lambung yang dapat menimbulkan komplikasi serius.

Pemahaman yang tepat akan membantu masyarakat lebih waspada dan bijak dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. (Ghina Nailal Husna)

Editor : Ali Mustofa
#gerd #maag #asam lambung