RADAR KUDUS - Tanaman hias Dieffenbachia sering dipilih oleh banyak orang untuk memperindah rumah, kantor, serta ruang publik karena memiliki daun besar dengan pola menarik dan perawatan yang mudah.
Namun, di balik penampilannya yang estetis, tanaman ini menyimpan bahaya kesehatan yang perlu diwaspadai.
Dieffenbachia dikenal mengandung kristal kalsium oksalat yang terdapat pada getah, batang, serta daunnya.
Zat ini bersifat iritatif dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan jika terjadi kontak langsung dengan kulit, mata, atau saluran pernapasan.
Kontak antara getah Dieffenbachia dan kulit dapat mengakibatkan sensasi panas, gatal, kemerahan, serta pembengkakan.
Sementara itu, untuk mata, iritasi bisa muncul dan menyebabkan rasa sakit serta penglihatan yang tidak jelas sementara.
Risiko yang lebih tinggi dapat terjadi jika bagian tanaman ditelan, terutama pada anak-anak dan hewan peliharaan.
Paparan zat beracun dari tumbuhan ini dapat menyebabkan bengkak pada lidah, bibir, dan tenggorokan.
Dalam situasi tertentu, pembengkakan itu bisa mengganggu proses pernapasan dan membutuhkan penanganan medis segera.
Tenaga kesehatan meminta masyarakat agar lebih waspada dalam merawat tanaman Dieffenbachia.
Pemakaian sarung tangan sangat disarankan saat memangkas, memindah, atau membersihkan tanaman agar terhindar dari kontak langsung dengan getah.
Tanaman hias ini juga sebaiknya ditempatkan di lokasi yang sulit dijangkau oleh anak-anak, seperti pojok ruangan atau area luar rumah yang aman.
Orang tua juga diharapkan memberikan pembelajaran kepada anak agar tidak meraba atau memainkan tanaman hias sembarangan.
Jika getah mengenai kulit atau mata, masyarakat disarankan segera mencuci bagian yang terpapar dengan air mengalir.
Jika gejala iritasi tidak meningkat atau timbul gejala serius, segera dapatkan bantuan dari tenaga kesehatan.
Masyarakat diharapkan untuk lebih cermat dalam memilih tanaman hias. Selain memperhatikan nilai estetika, aspek keamanan dan pengaruh kesehatan juga harus menjadi fokus utama agar lingkungan rumah tetap aman dan nyaman. (Apriyani)
Editor : Ali Mustofa