RADAR KUDUS - Ginjal memegang peranan penting dalam menjaga kestabilan fungsi tubuh.
Organ ini bekerja menyaring sisa metabolisme, mengatur keseimbangan cairan dan mineral, mendukung kesehatan tulang, serta membantu pembentukan sel darah merah.
Ketika kinerjanya menurun, dampaknya tidak hanya dirasakan secara internal, tetapi juga kerap tampak jelas melalui perubahan kondisi kulit.
Baca Juga: Gerakan Ayah Mengambil Rapor: Pemerintah Dorong Peran Ayah dalam Pendidikan Anak Mulai Desember 2025
Kulit termasuk organ yang cepat memberi sinyal saat fungsi ginjal terganggu. Mengacu pada informasi dari American Academy of Dermatology Association, gangguan ginjal—terutama pada tahap lanjut—sering disertai berbagai keluhan dermatologis yang khas.
1. Kulit Sangat Kering dan Kasar
Baca Juga: Gaya Hidup Tidak Sehat yang Bisa Picu Gagal Ginjal di Usia Muda
Salah satu keluhan yang paling umum adalah kulit yang kehilangan kelembapannya. Permukaannya terasa kaku, bersisik, mudah retak, bahkan menyerupai sisik ikan.
Kondisi ini banyak dialami penderita penyakit ginjal kronis stadium akhir, terutama mereka yang menjalani cuci darah atau sedang menunggu transplantasi ginjal.
2. Rasa Gatal Intens Berkepanjangan
Gatal hebat juga menjadi keluhan yang sering muncul. Intensitasnya bervariasi, dari ringan hingga sangat mengganggu aktivitas.
Pada sebagian orang, gatal hanya terasa di area tertentu, namun tidak sedikit yang mengalaminya hampir di seluruh tubuh dan berlangsung sepanjang hari.
3. Perubahan Warna dan Tekstur Kulit
Saat ginjal tidak lagi optimal menyaring racun, zat sisa dapat menumpuk dalam tubuh.
Akibatnya, warna kulit bisa berubah menjadi pucat, keabu-abuan, kekuningan, atau tampak lebih gelap di area tertentu.
Kulit kekuningan juga bisa menebal, terasa berbintil, dan memiliki guratan dalam.
Gatal yang berlangsung lama serta kebiasaan menggaruk dapat memicu munculnya bintik kecil atau kista menyerupai komedo putih.
4. Tanda Gangguan Ginjal pada Kuku
Kuku pun dapat mencerminkan kondisi ginjal. Pada stadium lanjut, sebagian penderita menunjukkan pola kuku setengah putih di bagian atas dan warna normal hingga kecokelatan di bagian bawah, yang dikenal sebagai half-and-half nails.
Ada pula kuku yang tampak pucat dengan garis putih melintang, disebut sebagai kuku Muehrcke.
5. Ruam dan Lepuhan yang Sulit Pulih
Gangguan pembuangan zat sisa oleh ginjal juga dapat memicu ruam khas. Ruam ini berupa benjolan kecil berbentuk kubah yang sangat gatal.
Saat satu benjolan mereda, benjolan lain dapat muncul kembali dan terkadang menyatu membentuk area kulit kasar dan menonjol.
Selain itu, lepuhan bisa timbul di tangan, wajah, atau kaki, kemudian pecah, mengering, dan meninggalkan bekas luka.
Baca Juga: Berikut 5 Buah Terbaik yang Cocok Dikonsumsi untuk Bantu Kesehatan Ginjal
6. Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai
Penyakit ginjal sering berkembang tanpa keluhan berarti pada tahap awal.
Mengutip keterangan dari Mayo Clinic, gejala biasanya baru terasa saat fungsi ginjal menurun cukup jauh.
Tanda-tandanya meliputi mual, muntah, penurunan nafsu makan, kelelahan, gangguan tidur, serta kesulitan berkonsentrasi.
Tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol dan sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru juga dapat menjadi sinyal peringatan.
Mengenali perubahan kulit dan gejala lain sejak dini dapat membantu deteksi gangguan ginjal lebih cepat.
Bila keluhan berlangsung lama atau semakin berat, pemeriksaan medis sangat dianjurkan untuk mencegah komplikasi serius.(laura)
Editor : Ali Mustofa