RADAR KUDUS - Popularitas jamu tradisional kembali meningkat, terutama di kalangan Gen Z yang semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan.
Banyak anak muda mengunggah momen menikmati jamu sebagai bagian dari rutinitas relaksasi atau “healing” setelah aktivitas padat.
Konten di media sosial tentang minum jamu usai bekerja kini semakin bertebaran.
Baca Juga: 7 Minuman Herbal Nusantara untuk Menghangatkan Tubuh Saat Hujan
Jamu bukan lagi sekadar ramuan herbal, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang kembali dihidupkan. Selain membantu memulihkan stamina, aroma rempah dan rasa autentiknya membuat jamu digemari berbagai generasi.
Fenomena ini sekaligus mengangkat kembali tradisi minum jamu khas Indonesia. Gen Z bahkan mulai mencoba berbagai jenis jamu sesuai kebutuhan tubuh.
Baca Juga: Open Table Jamu Kian Viral: Ini 8 Resep yang Wajib Kamu Coba
Berikut lima jenis jamu tradisional beserta manfaatnya:
1. Beras Kencur
Beras kencur dikenal dengan rasa manis dan segarnya. Jamu ini dibuat dari campuran kencur, asam jawa, gula merah, dan gula pasir.
Biasanya diberikan pada anak untuk menambah nafsu makan, namun juga cocok bagi orang dewasa karena kencur bersifat analgesik sehingga membantu meredakan pegal dan mengembalikan energi.
Penelitian dalam jurnal Reswara (2024) menyebut bahwa kandungan kurkumin membantu meredakan peradangan dan stres oksidatif.
2. Brotowali
Brotowali, dikenal sebagai jamu pahitan, memiliki rasa yang sangat pahit tetapi khasiatnya kuat.
Berdasarkan temuan dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (2015), brotowali mengandung alkaloid seperti barberin dan columina yang bersifat antibakteri.
Zat pikroretin memberi rasa pahit sekaligus merangsang kerja saraf.
Jamu brotowali bermanfaat untuk membantu pernapasan, memperkuat daya tahan, serta melawan virus. Kandungan lain seperti glikosida, palmatin, dan pati juga mendukung manfaatnya.
3. Kunyit Asam
Kunyit asam dibuat dari parutan kunyit yang dicampur asam jawa dan air, menghasilkan rasa segar dan khas.
Riset di Indonesian Journal of Midwifery menunjukkan jamu ini membantu mengurangi nyeri menstruasi.
Selain itu, kurkumin dalam kunyit membantu proses detoksifikasi, meningkatkan sistem imun, dan menjaga stamina.
Baca Juga: “Party Jamu” Viral di Kalangan Gen Z: Berikut Manfaat dan Khasiatnya
4. Gepyokan
Gepyokan merupakan jamu berbahan dasar dedaunan herbal seperti beluntas, katuk, jambu, sinom, simbokan, hingga daun otok.
Bahan-bahan ini ditumbuk hingga keluar sarinya. Beberapa variasi menambahkan rempah seperti temulawak, kencur, jahe, dan gula aren.
Jamu ini memiliki cita rasa asam-manis dan dikenal berkhasiat untuk daya tahan tubuh serta membantu produksi ASI, sebagaimana disebutkan dalam ejournal UNISMA (2024).
5. Temulawak
Sering disangka kunyit, temulawak punya rimpang lebih besar dan bulat.
Temulawak diolah menjadi jamu pahit yang biasanya dicampur dengan jinten, gula aren, daun pandan, dan asam jawa.
Studi dari ejournal UNSRAT (2018) menyebut temulawak mengandung kurkuminoid, minyak atsiri, protein, mineral, serta senyawa lain yang baik untuk tubuh.
Manfaatnya meliputi memperbaiki pencernaan, bersifat anti-inflamasi, antibakteri, antijamur, sampai mendukung fungsi hati.(laura)
Editor : Ali Mustofa