
RADAR KUDUS – Dalam kehidupan sosial, memilih teman bukan sekadar soal kecerdasan atau keluasan wawasan.
Ada faktor yang jauh lebih menentukan arah hidup seseorang, yakni kemampuan mengendalikan hawa nafsu.
Sebab tidak semua orang berilmu membawa kebaikan, dan tidak semua orang sederhana membawa keburukan.
Para ulama sejak dahulu telah mengingatkan, bahwa teman bisa menjadi jalan keselamatan, tetapi juga bisa menjadi sebab kehancuran.
Seorang ulama besar, Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam, memberikan pesan yang menohok hati:
Bersahabat dengan orang bodoh yang mampu menahan hawa nafsunya lebih baik daripada bersahabat dengan orang pandai yang mengikuti hawa nafsunya.
Nasihat ini tampak sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Sebab banyak orang mengira bahwa kecerdasan otomatis membawa kebaikan.
Padahal, ilmu tanpa kendali diri justru bisa menjadi senjata yang berbahaya.
Orang yang berilmu namun dikuasai nafsu dapat menjerumuskan dirinya sendiri sekaligus orang lain.
Sebaliknya, orang yang sederhana pengetahuannya tetapi mampu menahan diri justru membawa keselamatan bagi lingkungannya.

