Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

8 Kebiasaan yang Bikin Anda Dehidrasi Berlebihan Ketika Bangun Tidur

Zakarias Fariury • Selasa, 2 Desember 2025 | 19:23 WIB
Ilustrasi seseorang tidur
Ilustrasi seseorang tidur

RADAR KUDUS - Merasa haus sesaat setelah bangun tidur adalah hal yang wajar. Sepanjang malam, tubuh terus bekerja—bernapas dan mengatur suhu—tanpa asupan cairan, yang otomatis menyebabkan kehilangan air ringan.

Namun, intensitas dehidrasi di pagi hari sangat dipengaruhi oleh rutinitas malam sebelumnya.

Dehidrasi yang lebih intens bukan hanya menyebabkan gejala yang lebih parah, tetapi juga membutuhkan waktu dan jumlah cairan lebih banyak untuk mengembalikan keseimbangan tubuh.

Baca Juga: Tak Perlu Lama Tapi Efeknya Seperti Riset Otak, Begini Pose Sederhana yang Diam-Diam Menurunkan Stress

Para ahli kesehatan memperingatkan adanya beberapa penyebab tersembunyi yang mungkin menjadi bagian dari kebiasaan malam Anda.

Berikut adalah delapan pemicu dehidrasi intens di pagi hari, seperti dirangkum dari ahli diet Trista Best dan Lauren Harris-Pincus:

1. Asupan Air Harian yang Tidak Cukup

Menurut ahli diet Trista Best, jika Anda tidak terhidrasi dengan baik sepanjang hari, dampaknya akan terasa saat bangun.

"Anda akan merasa haus, mulut kering, dan berpotensi sakit atau kering tenggorokan saat bangun tidur," kata Best. "Urin Anda juga mungkin memiliki bau yang kuat atau tampak lebih gelap dari biasanya."

Solusi: Tingkatkan asupan cairan saat makan malam dan minum secukupnya menjelang tidur.

Selain itu, Best merekomendasikan penambahan makanan kaya elektrolit (seperti Greek yogurt, pisang, selai kacang, dan sayuran hijau) dalam menu malam Anda.

Elektrolit membantu mempertahankan dan mengisi kembali cadangan hidrasi tubuh.

 

Baca Juga: Pusing Ketika Bangun Tidur? Jangan Remehkan, Bisa Jadi Anda Sakit Ini!

2. Minum Alkohol di Malam Hari

Alkohol bersifat diuretik, artinya dapat menghentikan tubuh melepaskan hormon antidiuretik, yang pada akhirnya menyebabkan kehilangan air jauh lebih banyak dari biasanya.

Tanda dehidrasi yang dipicu oleh alkohol meliputi kulit kering, bibir pecah-pecah, dan turgor kulit yang buruk (kulit tidak segera kembali ke posisi semula saat dicubit).

Selain itu, konsumsi alkohol membuat seseorang cenderung mengabaikan minuman yang menghidrasi.

3. Suhu Kamar atau Selimut yang Terlalu Panas

Lingkungan tidur yang terlalu hangat atau penggunaan selimut yang terlalu tebal dapat memicu dehidrasi karena menyebabkan keringat berlebih.

"Suhu yang lebih dingin lebih baik untuk tidur," ujar ahli diet Lauren Harris-Pincus.

Suhu yang lebih sejuk membantu tubuh mempertahankan hidrasi. Jika tidak memiliki AC, gunakan kipas angin atau buka jendela.

Hindari juga selimut tebal yang mendorong keringat, dan pilih yang berbahan katun.

4. Camilan Malam yang Asin atau Berkafein

Makanan tinggi natrium atau asin sebelum tidur adalah pemicu dehidrasi tersembunyi.

Natrium bertugas menarik air dari sel dan meningkatkan produksi urin, yang membuat Anda lebih mungkin terbangun dalam keadaan dehidrasi.

Selain itu, kafein di sore hari dan asupan gula berlebih juga harus dikurangi.

Alternatif Camilan: Cobalah sepotong kecil buah dengan sumber protein tinggi yang mengandung triptofan dan magnesium, zat yang membantu meningkatkan kualitas tidur.

5. Kualitas Tidur Buruk dan Kebiasaan Bernapas Lewat Mulut

Kualitas tidur yang buruk dapat menghambat produksi vasopresin, hormon penting dalam keseimbangan air tubuh.

Ketika hormon ini tertekan, pengaturan cairan dan elektrolit terganggu.

Selain itu, pernapasan mulut saat tidur menyebabkan hilangnya kelembapan di mulut dan hidung secara bertahap, memperparah defisit cairan saat pagi hari.

Baca Juga: Angka HIV Indonesia Melonjak! Ini Penyebab, Bahaya, dan Cara Melindungi Diri Sebelum Terlambat!

6. Konsumsi Obat yang Bersifat Dehidrasi di Malam Hari

Beberapa jenis obat memang menyebabkan dehidrasi dan kehilangan air sebagai efek samping yang tidak terhindarkan.

Jika memungkinkan, diskusikan dengan dokter untuk mengatur jadwal konsumsi obat lebih awal di siang hari, daripada diminum menjelang tidur, demi meminimalkan masalah dehidrasi pagi hari.

7. Stres dan Kecemasan yang Meningkat

"Stres yang meningkat menyebabkan detak jantung dan pernapasan berat, yang keduanya menyebabkan peningkatan kehilangan air," jelas Trista Best. Selain itu, seseorang cenderung tidak memprioritaskan asupan cairan saat sedang dilanda stres.

Tips: Integrasikan teknik relaksasi, seperti yoga, meditasi, atau journaling ke dalam rutinitas sebelum tidur, dan hindari doomscrolling.

8. Durasi Tidur yang Terlalu Lama

Semakin lama Anda tidur, semakin lama pula tubuh Anda tidak menerima asupan cairan untuk mengisi kembali cadangan hidrasi.

Harris-Pincus merekomendasikan durasi tidur optimal, yaitu antara tujuh hingga sembilan jam per malam, dan menghindari tidur berlebihan. (*)

Editor : Ali Mustofa
#kurang minum air putih #bangun tidur #air putih #kurang cairan dalam tubuh #dehidrasi #kebiasaan