RADAR KUDUS - Rasa lemas yang datang terus-menerus dan tanpa sebab yang jelas sering kali mengganggu produktivitas harian.
Meskipun sering dikaitkan dengan kurang istirahat, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa badan lemas kronis dapat menjadi sinyal dari kondisi medis serius atau kebiasaan hidup yang perlu segera diubah.
Selain dipicu oleh infeksi virus atau bakteri, serta alergi, dokter mengidentifikasi beberapa penyebab utama badan sering lemas yang patut diwaspadai, mulai dari masalah nutrisi hingga gangguan autoimun.
Deretan Penyebab Badan Sering Terasa Lemas
Berikut adalah beberapa penyebab utama yang membuat tubuh mudah lemas dan kelelahan:
1. Dehidrasi: Kekurangan Cairan Mendadak
Memenuhi kebutuhan cairan harian, idealnya dengan minum air putih sekitar 2 liter per hari, sangat vital untuk mendukung fungsi tubuh yang optimal.
Sebaliknya, kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh tiba-tiba lemas bahkan terasa seperti akan pingsan. Gangguan ini bisa dipicu oleh faktor fisik, mental, atau gaya hidup.
2. Defisiensi Nutrisi dan Vitamin
Kekurangan nutrisi esensial seperti Vitamin D, Vitamin B12, dan Zat Besi dapat membebani kerja sel-sel tubuh. Beban berlebih pada tingkat sel ini lantas diterjemahkan sebagai rasa lemas dan lesu yang berkepanjangan.
Solusi: Mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang diperlukan adalah langkah awal untuk mengatasi kelelahan akibat defisiensi ini.
3. Anemia: Kekurangan Oksigen di Jaringan Tubuh
Salah satu alasan kuat tubuh tiba-tiba lemas adalah anemia, yakni kondisi kekurangan sel darah merah. Sel darah merah bertugas penting menyalurkan oksigen dari paru-paru ke seluruh sel dan jaringan tubuh.
Selain kelelahan sepanjang waktu, anemia juga ditandai dengan sulit tidur, kesulitan berkonsentrasi, peningkatan denyut jantung, nyeri dada, dan sakit kepala.
Baca Juga: Pusing Ketika Bangun Tidur? Jangan Remehkan, Bisa Jadi Anda Sakit Ini!
4. Rematik (Rheumatoid Arthritis)
Rematik merupakan gangguan inflamasi autoimun yang menyerang persendian. Penderita rematik umumnya tidak hanya mengalami nyeri dan peradangan sendi kronis, tetapi juga merasakan kelelahan atau badan yang lemas sebagai bagian dari gejala penyakit.
5. Apnea Tidur: Kualitas Tidur yang Terganggu
Apnea tidur adalah gangguan yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas sejenak—sekitar 10 detik atau lebih—selama tidur.
Kondisi ini sering ditandai dengan kebiasaan mendengkur keras. Meskipun tidur dalam durasi panjang, penderita apnea tidur tetap merasa lelah dan tidak segar saat bangun karena kualitas tidurnya terganggu dan kadar oksigen darah menurun.
6. Depresi dan Kecemasan
Gangguan kesehatan mental, seperti depresi atau kecemasan, juga menjadi penyebab umum badan tiba-tiba lemas. Kondisi ini sering disertai suasana hati yang buruk (melankolis) dan hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari, yang secara kolektif membebani energi fisik.
Penanganan dan Perubahan Gaya Hidup
Mengatasi badan lemas memerlukan penanganan terarah sesuai dengan akar penyebab medisnya, seperti pengobatan untuk diabetes tipe 2 atau penyesuaian terapi untuk rematik.
Namun, terlepas dari diagnosis medis, badan lemas yang sering dialami dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup mendasar, seperti:
-
Istirahat Cukup: Memastikan tidur berkualitas dan teratur.
-
Aktivitas Fisik Ringan: Olahraga teratur dapat meningkatkan energi, bukan mengurasnya.
-
Hidrasi Optimal: Memastikan asupan air putih yang cukup sepanjang hari untuk mencegah dehidrasi.
Jika rasa lemas terus berlanjut dan mengganggu aktivitas harian, konsultasi dengan dokter menjadi langkah yang sangat disarankan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. (*)
Editor : Ali Mustofa