Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

10 Tips Sederhana Membuat Anak Tidur Nyenyak di Malam Hari

Zakarias Fariury • Rabu, 19 November 2025 | 15:09 WIB
Ilustrasi Anak Tidur
Ilustrasi Anak Tidur

RADAR KUDUS -  Setelah seharian berjibaku dengan kesibukan, malam hari seharusnya menjadi waktu istirahat yang dinanti. Namun, bagi banyak orang tua, tantangan belum usai.

Upaya menidurkan anak hingga pulas kerap menjadi sumber stres dan mengganggu kualitas istirahat orang tua.

Anak yang sulit tidur tanpa alasan jelas, ditambah gangguan dari rutinitas modern, membuat waktu tidur yang esensial bagi tumbuh kembang fisik dan emosional anak menjadi terancam.

Banyak faktor yang kini menjadi ‘musuh’ waktu tidur anak, mulai dari paparan gawai menjelang tidur, jadwal yang tidak konsisten, hingga kondisi kamar yang kurang kondusif.

Padahal, anak membutuhkan suasana dan rutinitas yang mendukung agar tubuh dan pikiran siap menyambut waktu istirahat.

Melansir dari berbagai sumber kesehatan anak, berikut adalah 10 strategi yang dapat diterapkan orang tua untuk membantu anak memiliki tidur malam yang nyenyak dan berkualitas:

1. Bangun Rutinitas Tidur Malam yang Konsisten

Konsistensi adalah kunci utama. Orang tua disarankan untuk membangun serangkaian kegiatan rutin setiap malam sebagai 'sinyal' bagi tubuh anak untuk bersiap istirahat.

Kegiatan sederhana seperti mandi air hangat, mendengarkan musik lembut, atau membaca buku cerita dapat dipilih. Cukup satu atau dua aktivitas yang menenangkan dan dilakukan secara teratur untuk membantu adaptasi tubuh anak.

2. Jauhkan Gawai, Redupkan Cahaya

Cahaya terang, terutama dari layar gawai, terbukti menghambat produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur rasa kantuk.

Disarankan untuk menghindari paparan layar setidaknya satu jam sebelum tidur. Gunakan pencahayaan hangat dan redup di kamar untuk menciptakan suasana yang lebih rileks dan mendukung proses tidur alami.

Baca Juga: 5 Rahasia Diet Sehat Artis Korea di Usia 40 Tahun, Jaga Berat Badan Ideal

3. Patuhi Jadwal Tidur yang Teratur

Menjaga waktu tidur dan bangun yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan, sangat vital untuk menjaga ritme biologis anak.

Keteraturan ini memastikan produksi melatonin berjalan optimal. Jika ada toleransi di hari libur, batasi maksimal 30 menit dari jam biasa agar pola tidur malam tetap terjaga.

4. Ciptakan Kamar Tidur yang Nyaman

Idealnya, kamar tidur harus tenang, gelap, dan sejuk. Orang tua dapat menggunakan pendingin ruangan atau kipas untuk menjaga suhu kamar.

Untuk lingkungan yang bising atau terlalu terang, sleep mask dan penutup telinga bisa menjadi solusi. Pastikan suhu disesuaikan dengan kenyamanan preferensi anak.

5. Pastikan Durasi Tidur Mencukupi

Kebutuhan tidur anak usia sekolah berkisar 9–12 jam, sedangkan remaja membutuhkan 8–10 jam per malam. Jika anak sering terlihat kelelahan atau sulit fokus, ini bisa menjadi indikasi kurang tidur. Dorong anak untuk tidur lebih awal dan hindari aktivitas padat menjelang malam hari.

Baca Juga: 6 Cara Menjaga Berat Badan Ideal setelah Diet

6. Manfaatkan Sinar Matahari Pagi

Paparan cahaya alami di pagi hari berfungsi menghentikan produksi melatonin dan memberikan sinyal 'mulai beraktivitas' pada tubuh.

Ajak anak untuk membuka jendela atau berjemur sebentar setelah bangun tidur. Jika sinar matahari sulit dijangkau, lampu terang bisa dijadikan alternatif.

7. Batasi Kafein, Terutama di Sore Hari

Anak-anak sangat disarankan untuk menghindari kafein. Untuk remaja, batasi konsumsi maksimal satu cangkir kopi per hari dan hindari sama sekali setelah pukul 3 sore.

Kafein yang masuk terlalu larut dapat mengganggu proses tidur, bahkan saat tubuh sudah lelah.

8. Tidur Siang Jangan Terlalu Lama

Meskipun tidur siang dapat memulihkan energi, tidur siang yang terlalu sering atau lama dapat mengganggu tidur malam. Batasi durasi tidur siang tidak lebih dari 30 menit agar pola tidur malam tidak tergeser.

Baca Juga: 4 Tips Menjaga Gigi Anak Agar Tetap Sehat Hingga Dewasa

9. Dorong Aktivitas Fisik di Siang Hari

Aktivitas fisik seperti bermain di luar atau olahraga ringan selama 30-60 menit dapat membantu tubuh anak lebih siap untuk beristirahat.

Pastikan gerakan aktif ini dilakukan di siang atau sore hari, bukan menjelang waktu tidur malam.

10. Hindari Asosiasi Tempat Tidur dengan Stres

Jika anak telah berbaring selama 30 menit namun tak kunjung terlelap dan malah merasa gelisah, biarkan mereka bangun sejenak.

Ajak melakukan kegiatan yang tenang dan membosankan, seperti membaca buku atau merapikan.

Hal ini penting agar anak tidak mengasosiasikan tempat tidur sebagai sumber frustrasi, melainkan sebagai tempat yang nyaman untuk relaksasi.

Dengan menerapkan 10 tips ini secara konsisten, orang tua tidak hanya membantu anak mendapatkan tidur yang berkualitas, tetapi juga memastikan fase tumbuh kembang mereka berjalan optimal. (*)

Editor : Ali Mustofa
#anak tidur #nyaman #tidur berkualitas #kualitas tidur #Kualitas tidur anak