RADAR KUDUS - Berjalan tanpa alas kaki bukan sekadar kebiasaan sederhana—ternyata ada banyak manfaat yang dapat dirasakan tubuh maupun otak saat melakukannya secara sadar dan teratur.
Meski sandal atau sepatu terasa nyaman dan memberikan perlindungan saat beraktivitas sehari-hari, sesekali membiarkan kaki menyentuh langsung permukaan tanah justru dapat memberikan efek positif bagi kesehatan.
Saat kita terus menggunakan alas kaki, bantalan empuk pada sepatu dapat mengurangi kemampuan sensori telapak kaki dalam merespons permukaan yang tidak rata.
Sementara pada beberapa kondisi, berjalan tanpa alas kaki justru dapat membantu tubuh kembali mengoptimalkan fungsi sensoris tersebut sekaligus meningkatkan kekuatan otot kaki bagian bawah.
Menguatkan Otot Tungkai Bawah
Penelitian di bidang fisioterapi menunjukkan bahwa kebiasaan berjalan tanpa alas kaki memiliki dampak signifikan dalam mengaktifkan otot tungkai bawah, termasuk otot-otot kecil di kaki dan otot besar seperti betis.
Studi dalam Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi edisi 2023 menegaskan bahwa penggunaan sepatu terus-menerus dapat membatasi informasi sensoris yang diterima tubuh serta mengurangi fungsi stabilisasi alami persendian.
Penelitian tersebut melibatkan 100 partisipan yang dibagi menjadi dua kelompok: berjalan memakai alas kaki dan bertelanjang kaki.
Hasilnya, kelompok yang berjalan tanpa alas kaki menunjukkan aktivasi otot lebih baik dibandingkan mereka yang menggunakan sepatu.
Mendukung Fungsi Kognitif
Bukan hanya fisik, kemampuan otak juga mendapat manfaat dari kebiasaan ini.
Studi yang dipublikasikan dalam Korean J Physiol Pharmacol 2024 meneliti remaja yang menjalani program berjalan selama 40 menit, empat kali seminggu, selama 12 minggu.
Hasilnya, kelompok yang berjalan tanpa alas kaki mengalami peningkatan kemampuan konsentrasi, kecepatan berpikir, serta penurunan stres pada otak.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas berjalan tanpa alas kaki dapat menjadi stimulus yang baik untuk fungsi kognitif, terutama pada usia remaja yang masih berada pada fase perkembangan otak.
Pengalaman Nyata di Lapangan
Ketika dicoba secara langsung, berjalan tanpa alas kaki memberikan sensasi yang berbeda dibandingkan memakai sepatu.
Tekstur jalanan yang panas atau tidak rata mungkin terasa lebih tajam, namun tubuh perlahan mampu beradaptasi.
Setelah terbiasa, langkah terasa lebih ringan dan ritmenya menjadi lebih cepat.
Namun, rasa tidak nyaman dapat muncul saat telapak kaki bersentuhan dengan permukaan tajam seperti kerikil atau permukaan aspal yang rusak.
Maka kewaspadaan tetap diperlukan selama melakukannya.
Tips Aman Saat Mencoba Barefoot Walking
Jika ingin menjalankan kebiasaan ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Baca Juga: 9 Manfaat Jalan Kaki untuk Hidup Panjang Umur, Tak Perlu Beli Obat
-
Hindari berjalan tanpa alas kaki di tempat gelap atau tidak dikenal karena risiko benda tajam.
-
Jangan memaksakan diri jika telapak kaki belum terbiasa—adaptasi dilakukan bertahap.
-
Selalu sediakan alas kaki cadangan untuk berjaga-jaga bila kaki terasa nyeri atau lecet.
Tujuan dari berjalan tanpa alas kaki adalah meningkatkan kesehatan, bukan mencederai tubuh. Karena itu, lakukan secara bertahap dan sesuai kemampuan.(laura)
Editor : Ali Mustofa