Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menjadi Seorang People Pleaser Dapat Memicu Terjadi Penyakit Autoimun

Nayla Karima • Senin, 3 November 2025 | 21:18 WIB
Ilustrasi people pleaser yang membahayakan untuk diri kita
Ilustrasi people pleaser yang membahayakan untuk diri kita

RADARKUDUS - People pleaser yaitu seseorang yang punya dorongan kuat untuk memberikan kesenangan orang lain dengan mengobarkan apapun tanpa memikirkan diri sendiri.

Perilaku tersebut mengharuskan seorang individu menekan perasaan yang sebenarnya seperti marah agar menghindari konflik atau penolakan.

Hal tersebut memicu pelepasan hormon stres yang banyak dan memicu gangguan keseimbangan kinerja dari sistem kekebalan tubuh kita.

Karena keseimbangan kerja pada sistem imun terganggu bisa memicu kondisi autoimun yaitu sel imun kita malah menyerang sel kawan sendiri.

Sebuah riset menemukan bahwa sebagian besar penderita penyakit autoimun mengalami stres yang berkepanjangan sebelum penyakit itu berkembang.

Jadi dalam tubuh seorang people pleaser dapat membentuk siklus yang merugikan dimana stres dan penyakit saling memperburuk.

Untuk menghentikan siklus people pleasing dan mulai memprioritaskan diri sendiri, kamu bisa mencoba langkah-langkah berikut ini:

1. Prioritaskan Diri Sendiri

Akui bahwa kebutuhan kamu sama pentingnya. Luangkan waktu khusus untuk diri sendiri.

2. Belajar Berkata "Tidak"

Latih diri untuk menolak permintaan yang memberatkan, bahkan jika terasa tidak nyaman.

Kamu bisa menunda jawaban terlebih dahulu, seperti: "Beri aku waktu untuk cek jadwalku, nanti aku kabari.

3. Tetapkan Batasan yang Jelas

Tentukan batasan tentang apa yang bersedia kamu lakukan dan apa yang tidak. Komunikasikan batasan ini dengan tegas namun sopan.

4. Ubah Motivasi Menolong

Tolonglah orang lain karena kamu benar-benar ingin dan mampu, bukan semata-mata karena ingin dipuji atau takut dibenci.

5. Bedakan Kebaikan dan Ketergantungan

Menjadi baik itu wajar, tetapi people pleasing adalah kebutuhan emosional untuk mendapatkan persetujuan. Fokuslah pada niat tulus, bukan pada imbalan berupa pujian.

Editor : Ali Mustofa
#dampak people pleaser #penyebab people pleaser #People Pleaser dalam Pandangan Islam #ciri people pleaser #cara berhenti jadi people pleaser #kebiasaan people pleaser #People pleaser