Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menyikat Gigi Setelah Makan Berisiko untuk Kesehatan Gigi? Begini Penjelasannya

Redaksi Radar Kudus • Senin, 30 Juni 2025 | 22:07 WIB
Ilustrasi Menggosok Gigi
Ilustrasi Menggosok Gigi

RADAR KUDUS - Kebiasaan menyikat gigi terlalu sering, terutama segera setelah makan dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, bukan justru membuatnya lebih bersih dan sehat.

Menurut laporan dari Hindustan Times pada Minggu (29/6), Dr. Sanjeet Shankar, seorang dokter gigi spesialis prostetik sekaligus CEO Epikdoc.AI, menyikat gigi dengan tekanan berlebihan dapat mengikis email gigi dan membuat gusi mengalami resesi.

"Beberapa orang memiliki kebiasaan menyikat gigi setelah setiap kali makan, sementara yang lain menyikat gigi dengan kekuatan yang sama seperti saat membersihkan wajan yang bernoda," ungkapnya.

"Keduanya tidak efektif. Yang terjadi bukanlah kekuatan, tetapi kerusakan, yang pertama kali terjadi pada email gigi, kemudian pada garis gusi. Ironisnya, upaya untuk menjaga kesehatan mulut justru dapat berujung pada kerusakan," ungkapnya.

Dr. Shankar juga menambahkan bahwa mengonsumsi makanan atau minuman asam seperti jeruk, tomat, atau cola dapat melembutkan email gigi.

Jika gigi disikat dalam kondisi ini, erosi akan semakin cepat terjadi.

Ia menyarankan untuk menunggu selama 30 menit setelah mengonsumsi makanan asam agar air liur dapat menetralkan asam dan melindungi email gigi sebelum menyikat.

Ia menekankan bahwa setelah email gigi hilang, tidak ada cara untuk mengembalikannya.

Perawatan untuk mengatasi erosi gigi dapat meliputi penambalan, bonding, atau, dalam beberapa kasus, pemasangan mahkota gigi.

Resesi gusi yang parah dapat memerlukan tindakan cangkok atau teknik khusus seperti metode bedah lubang jarum.

Meskipun prosedur ini efektif, biayanya seringkali tinggi, bersifat invasif, dan dapat dihindari dengan menerapkan kebiasaan perawatan gigi yang lebih baik.

Dr. Sanjeet Shankar menjelaskan bahwa kerusakan pada gusi ini biasanya terjadi secara bertahap selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, dengan tanda-tanda awal yang sering kali terlewatkan.

Tanda-tanda tersebut meliputi sensitivitas berlebihan, perubahan kecil pada gusi, atau sikat gigi yang cepat aus.

"Yang sering kali terabaikan bukanlah usaha, tetapi pengendalian diri," ujarnya.

Lebih lanjut, Shankar menekankan bahwa kebiasaan menyikat gigi yang tidak tepat dapat menyebabkan lapisan luar gigi menipis atau aus.

Beberapa kebiasaan menyikat gigi yang tidak tepat, seperti menggosok gigi dengan tekanan berlebihan, dapat secara bertahap mengikis email gigi.

Orang yang tidak kidal sering kali menyikat sisi kiri mulut dengan lebih kuat, sementara gigi taring, yang cenderung sedikit menonjol, sering disikat dengan agresif, sehingga mulai menunjukkan tanda-tanda awal keausan.

Ketika gusi mulai menyusut, akar gigi menjadi lebih sulit untuk dilindungi dan lebih rentan terhadap serangan bakteri.

Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat menyebabkan terbentuknya celah kecil yang dikenal sebagai segitiga hitam, di mana jaringan gusi menyusut dari antara gigi.

"Ini bukan hanya masalah penampilan. Kondisi ini membuat pembersihan gigi menjadi lebih sulit dan meningkatkan kemungkinan makanan tersangkut," jelas Dr. Sanjeet Shankar.

Kerusakan pada bulu sikat gigi dalam waktu dua hingga tiga minggu merupakan tanda peringatan.

Sikat gigi yang terlihat pipih atau terasa kasar di ujungnya juga menunjukkan bahwa sudah saatnya untuk diganti.

Shankar merekomendasikan penggunaan sikat gigi berbulu lembut, dengan gerakan menyikat yang ringan dan melingkar, serta sudut sikat yang miring ke arah garis gusi.

Dokter gigi juga menyarankan untuk mengganti sikat gigi setiap tiga bulan jika digunakan secara normal. (Titin Shofiana Firda)

Editor : Ali Mustofa
#bakteri #Kesehatan Mulut #bahaya menyikat gigi terlalu keras #perawatan #menyikat gigi #air liur