Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bahaya Hipertensi Tak Terkontrol: Serangan Jantung Mendadak Mengintai Generasi Muda

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 17 Juni 2025 | 22:51 WIB
Serangan Jantung
Serangan Jantung

RADAR KUDUS - Meninggalnya kreator konten Gusti Irwan Wibowo, yang dikenal sebagai Gustiwiw, menjadi perhatian publik.

Pasalnya, Gustiwiw meninggal dunia di usia yang relatif muda, yaitu dua puluh lima tahun.

Ketika Gustiwiw awalnya dianggap sehat dan aktif, kematiannya juga tampak tidak terduga.

Keluarga kemudian mengungkapkan bahwa Gustiwiw memiliki riwayat hipertensi, "silent killer" yang diketahui menyerang pada usia dini.

Karena potensi masalah yang ditimbulkannya, hipertensi terkadang disebut "mematikan diam-diam."

Serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal sangat mungkin terjadi pada orang dengan riwayat hipertensi tanpa tanda-tanda awal yang jelas.

Meskipun episode hipertensi lebih umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, orang yang lebih muda tetap berisiko.

Hipertensi
Hipertensi

Temuan cek kesehatan gratis (CKG) Februari–April 2025 menjadi contohnya.

Dari sekitar 8 juta penduduk yang berpartisipasi dalam CKG, 6,3% di antaranya yang berusia antara 18 dan 29 tahun menderita hipertensi.

Di antara semua kelompok usia, satu dari sepuluh peserta CKG bahkan mengalami prahipertensi.

Mengingat mereka sudah memiliki sejumlah faktor risiko, ini menunjukkan bahwa "bakat" mereka terhadap hipertensi relatif lebih dekat.

Pilihan gaya hidup yang benar-benar berada di bawah kendali merupakan faktor risiko.

Misalnya, kemungkinannya menjadi dua kali lipat bagi orang dengan obesitas sentral atau lingkar pinggang yang berlebihan. Ketika lingkar pinggang pria melampaui 90 cm, hipertensi dapat terjadi.

Wanita harus lebih ketat menjaga lingkar pinggangnya, jadi berbeda untuk mereka. Peluang terkena hipertensi meningkat 1,5 hingga 2 kali lipat jika lebih dari 80 sentimeter.

Sayangnya, adipositas sentral juga merupakan faktor risiko hipertensi yang cukup tinggi pada orang muda. Persentasenya naik hingga 15% untuk pria berusia 18 hingga 29 tahun saja. Menurut data CKG, bahkan dua kali lipat lebih tinggi pada wanita, yakni 36%.

"Faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke adalah obesitas, diabetes, dan hipertensi. Dalam jumpa pers hasil CKG pada Kamis, 12 Juni 2025, Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa kedua penyakit ini merupakan penyebab kematian terbanyak dan kedua di Indonesia.

Faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke, yang terus menjadi penyumbang terbesar pengeluaran kesehatan Indonesia setiap tahunnya, adalah hipertensi.

Menurut Prof. Ali Ghufron Mukti, Direktur Utama BPJS Kesehatan, total biaya pembiayaan penyakit yang ditanggung meningkat menjadi 1.087,4 triliun rupiah selama 11 tahun terakhir.

Jumlah kasus meningkat signifikan dari Rp42,65 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp174,90 triliun pada tahun 2024.

Pada tahun 2024, beban pembiayaan rata-rata harian bahkan mencapai Rp1,9 juta, sehingga total pembiayaan harian menjadi Rp700,42 juta.

Sebagian besar masih digunakan untuk membiayai pengobatan penyakit berat.

"Kasus jantung yang paling besar itu ada di atas, lebih dari 70 persen dari total utilisasi," kata Prof. Ghufron saat diskusi kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin, 26 Mei. (Nilna Hibran)

 

Editor : Ali Mustofa
#generasi muda #hipertensi darah tinggi #gaya hidup aktif dan sehat #serangan jantung #obesitas #serangan jantung dan stroke #hipertensi #stroke #Serangan Jantung Berisiko Memicu Kanker #serangan jantung di usia muda #darah tinggi #hipertensi di Indonesia