RADAR KUDUS – Angkak, atau dikenal juga sebagai beras merah hasil fermentasi, sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional.
Selain dikenal ampuh menurunkan kolesterol, bahan alami ini juga dipercaya membantu meredakan peradangan, menstabilkan kadar gula darah, serta meningkatkan jumlah trombosit, khususnya pada pasien demam berdarah.
Banyak orang memanfaatkan angkak sebagai alternatif pengobatan alami, menggantikan konsumsi daun jambu biji atau pepaya yang juga sering digunakan untuk mendongkrak trombosit.
Penggunaannya pun cukup fleksibel, bisa dijadikan rebusan atau dicampurkan ke dalam masakan.
Apa Itu Angkak?
Angkak merupakan beras yang telah difermentasi menggunakan jenis jamur tertentu.
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, bahan ini sudah digunakan selama ratusan tahun karena berbagai khasiat kesehatannya.
Menurut ulasan yang dimuat dalam jurnal Food, angkak mengandung senyawa aktif bernama monacolin K—zat yang juga digunakan dalam obat medis penurun kolesterol.
Karena itu, angkak banyak digunakan untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Selain itu, angkak dikenal bermanfaat dalam membantu pemulihan pasien DBD, terutama karena kemampuannya mendukung peningkatan jumlah trombosit.
Maka tak heran, banyak orang menggunakannya sebagai pelengkap pengobatan rumahan untuk mempercepat pemulihan.
Baca Juga: 15 Pilihan Makanan yang Bisa Bantu Naikkan Trombosit Akibat Demam Berdarah dan Mudah Diperoleh
Tetap Waspada, Ini Efek Samping Angkak
Meski banyak manfaatnya, penggunaan angkak tidak selalu aman untuk semua orang. Mengutip informasi dari Mayo Clinic, konsumsi angkak bisa menimbulkan beberapa keluhan seperti sakit perut, perut kembung, hingga sakit kepala ringan.
Lebih jauh lagi, monacolin K yang terkandung di dalamnya berpotensi menyebabkan gangguan otot (miopati) dan masalah pada fungsi hati.
Karena itu, angak sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, menyusui, atau wanita yang sedang menjalani program kehamilan.
Tak hanya itu, sejumlah produk angkak dilaporkan mengandung zat kontaminan bernama citrinin, yang diketahui bisa merusak ginjal jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu atau dalam jangka panjang.
Karena angkak kini banyak tersedia dalam bentuk suplemen, penggunaannya pun menjadi semakin luas tanpa pengawasan.
Mengingat potensi risikonya, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mulai mengonsumsi angkak, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat resep atau memiliki kondisi medis tertentu.
Konsultasi dengan Dokter itu Penting
Sama seperti suplemen dan produk herbal lainnya, angkak juga memiliki potensi interaksi dengan obat lain dan efek samping yang tidak selalu langsung terlihat.
Oleh karena itu, berbicara dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi bahan ini sangat penting, apalagi jika Anda sedang dalam masa pengobatan atau pemulihan dari penyakit.
Aplikasi kesehatan seperti Halodoc bisa membantu memudahkan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter, kapan pun dibutuhkan.
Fitur chat langsung dengan dokter membuat proses tanya-jawab jadi lebih praktis dan cepat.
Kesimpulan
Angkak memang memiliki khasiat yang menjanjikan, termasuk membantu meningkatkan trombosit pada penderita DBD. Namun, tidak semua orang cocok mengonsumsinya.
Efek samping seperti gangguan otot, masalah hati, dan risiko ginjal akibat kontaminasi zat berbahaya seperti citrinin, harus menjadi pertimbangan penting.
Jadi, meski alami, bukan berarti sepenuhnya aman. Selalu pastikan Anda mendapat arahan dari dokter sebelum mencoba pengobatan dengan angkak, terutama dalam bentuk suplemen atau jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Editor : Mahendra Aditya