Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Konsumsi Kopi untuk Diet: Pantangan bagi Penderita Hipertensi

Indah Susanti • Senin, 14 Oktober 2024 | 00:03 WIB

 

PENGGILINGAN: Pengolahan dari biji kopi menjadi bubuk menggunakan mesin (foto kiri). Biji kopi usai dipetik dan proses penjemuran.
PENGGILINGAN: Pengolahan dari biji kopi menjadi bubuk menggunakan mesin (foto kiri). Biji kopi usai dipetik dan proses penjemuran.

LAGI tren sekarang ini diet dengan konsumsi kopi Americano. Americano sendiri adalah modifikasi dari kopi espresso yang ditambahi air panas sehingga lebih encer.

Konsentrasi cafeinnya  berkurang, rasa pahitnya juga berkurang.

Kopi espresso sendiri adalah biji kopi yang diproses dengan penambahan air bersuhu tinggi sehingga dihasilkan ekstrak kopi yang juga keluar minyak kopinya, tentu dengan penambahan zat kimia tertentu, sehingga menghasilkan rasa yang lezat.

Menurut, dr. Agustin Faizah, AIFO-K RSUD dr. Loekmono Hadi, diet menggunakan kopi Americano, jika itinjau dari aspek kesehatan,  hampir sama dengan manfaat kopi tubruk (dari biji kopi) pada umumnya.

Selain itu kopi juga mengandung banyak zat biologis aktif yang berguna untuk  meningkatkan metabolisme hingga 11 persen.

Pembakaran lemak hingga 13 persen, meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan stress oksidatif, memblokir reseptor yang menyebabkan penyakit jantung.

“Dengan demikian kopi dapat membantu mencegah Diabetes Militus (D) tipe II, obesitas, parkinsin, depresi, penyakit jantung seperti aritmia, dan penyakit jantung akibat obesitas (CHF dan PJK),” jelasnya.

Dokter Agustin menambahkan, harus dengan dosis yang aman, yaitu 100-400 mg / hari, tergantung genotipe individu.

Karena, setiap orang mempunyai karakter metabolisme kopi yang berbeda.

Seperti slow metabolism, normal metabolism, dan fast metabolism. Kira-kira mengkonsumsi atau meminum kopi satu hingga maksimal empat cangkir sehari.

“Namun harus dengan dosis cafein yang aman, yaitu 100-400 mg / hari, tergantung genotipe individu,” jelasnya.

Bisa dilihat pada informasi gizi yang tertera di  kemasan bagian belakang Berapa kandungan cafein setiap sajinya.

Jadi kopi dapat membantu untuk diet pencegahan obesitas maupun weight loss, namun tidak bisa dikonsumsi tanpa membatasi asupan kalori dari berbagai jenis karbohidrat termasuk gula dan lemak.

Kopi memang salah satu  yang harus dihindari bagi penderita gangguan asam lambung (GERD, dispepsia, tukak lambung kronis).

Semua tergantung keparahan penyakit lambungnya. Kadang ada yang masih aman minum kopi satu cup sehari, tapi banyak juga yang menyebabkan gangguan asam lambung kambuh.

“Yang perlu diingat, jika kelebihan dosis cafein dapat menyebabkan palpitasi (berdebar-debar), insomnia, gelisah, kecemasan. Dilarang minum kopi untuk penderita hipertensi berat,” imbuhnya. (san/ war)

Editor : Ali Mustofa
#kopi americano #diet #obesitas #penyakit jantung #hipertensi #Kudus