RADAR KUDUS – Kapankah waktu yang tepat untuk olahraga?
Kita mungkin pernah mendengar seseorang yang meninggal dunia setelah berolahraga malam-malam.
Tapi, ada juga yang pernah berolahraga malam hari dan tidak terjadi apa-apa.
Lalu, bagaimana idealnya seseorang berolahraga?
Melansir dari podcast dokter Tirta (Tirta PengPengPeng), ternyata olahraga yang baik harus selesai 2 jam sebelum tidur.
Baca Juga: Sering Aktivitas di Luar Rumah? Ini Waktu yang Tepat untuk Pakai Deodoran
Kalau tidak ada jeda agak lama, bisa berimbas pada jantung.
“Olahraga harus selesai 2 jam sebelum tidur. Kalau kamu olahraga jam 10 malam ya kamu tidurnya jam 2 pagi, kalau kamu tidur jam 11 maka detak jantungmu akan gak karuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, detak jantung seseorang akan sangat tinggi setelah olahraga. Karena itu penting untuk memberi jeda sehingga jantung kembali pada detak normalnya.
Baca Juga: Waspada Bahaya Telur Lalat, Kalau Tertelan Bisa Keracunan dan Muntah Parah, Ini Rangkumannya
“Kalau gak percaya kamu pakai smartwatch atau sportwatch yang sudah tersertifikasi untuk detak jantung. Kamu setelah olahraga detak jantungmu tetap tinggi 80-100. Turunnya butuh waktu 2 jam,” jelas dokter Tirta.
Ia pun bercerita pernah menemukan kejadian over exhausted atau kelelahan berlebih dari seseorang yang mengirim DM padanya.
Terutama dari beberapa orang yang olahraga larinya berlebihan.
“Dia lari tiap hari gak ada rest sama sekali, itu pasti di titik tertentu karena tubuhnya overexhausted itu malah gak bisa tidur. Dan ini keluhannya beneran. Aku liat strava (aplikasi lari)nya, itu larinya 7 kilo sampai 10 kilo terus per hari. Wah tiap hari loh ini jaraknya jauh jauh dan kenceng-kenceng,” imbuhnya.
Ia menceritakan orang tersebut lalu mengalami gangguan tidur pada minggu ke 23 ia berolahraga.
Selain itu, ia juga merasakan mual muntah dan badan capek pegal.
Gejala ini yang kemudian disebut dokter Tirta sebagai gejala dari akibat olahraga berlebihan.
Editor : Abdul Rokhim