RADAR KUDUS – Banyak dari kita mungkin memesan kol goreng saat di warung sebagai pendamping lauk. Selain rasanya yang gurih, kol goreng juga mudah dibuat dan murah.
Sebagai sayuran, kol memang memiliki manfaat serat yang baik untuk tubuh.
Namun, bagaimana jadinya bila kol itu digoreng dan sering masuk dalam tubuh kita?
Kata Dokter Tirta dalam podcastnya, Tirta PengPengPeng, kol goreng sangat sehat dan aman selama tidak digoreng.
Baca Juga: Sering Aktivitas di Luar Rumah? Ini Waktu yang Tepat untuk Pakai Deodoran
Selain itu, bila kol digoreng zat zat serat didalamnya akan hancur lebur dan berubah menjadi kalori jahat.
“Kayak minyak aja, minyak jelantah jadinya. Makan kol goreng itu makanan yang tidak bermanfaat sekali,” jelas dokter Tirta.
Tak hanya itu, makan kol goreng juga bisa meningkatkan penyakit resiko jantung koroner.
Sebab, karena digoreng kol itu jadi berisi minyak, apalagi minyak jelantah.
Baca Juga: Waspadai Bahaya Phubbing, Perilaku yang Bisa Merusak Hubungan, Begini Ciri-Cirinya
“Semua sayur bermanfaat kalau direbus atau ditumis dengan tidak berlebihan. Kalau digoreng itu tekan cangkem tok. Tapi ketika ditelan itu tidak ada manfaatnya sama sekali,” jelas Tirta.
Melansir dari Alodokter, Kol Goreng juga menimbulkan berbagai resiko penyakit.
Seperti: melonjaknya berat badan, memicu serangan jantung atau stroke, meningkatkan resiko diabetes tipe 2, hingga resiko kanker.
Ternyata semengerikan itu ya dampak dari makan kol goreng. Mungkin kalau sesekali dan hanya untuk mencoba tidak apa-apa. Namun jadi bahaya kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Ketimbang digoreng, lebih baik kol dimakan langsung setelah dicuci sebagai lalapan atau dikukus, ditumis, dan direbus terlebih dahulu. Tentunya dengan cara tidak berlebihan.
Editor : Abdul Rokhim