Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jejak Virus Oropouche di Indonesia: Fakta Menarik yang Perlu Kamu Ketahui

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 30 Juli 2024 | 23:14 WIB
Ilustrasi nyamuk wolbachia
Ilustrasi nyamuk wolbachia

RADAR KUDUS - Virus Oropouche (OROV) mungkin terdengar asing di telinga banyak orang, tetapi virus ini memiliki sejarah panjang sebagai ancaman kesehatan di beberapa wilayah Amerika.

Terdeteksi pertama kali pada tahun 1955 di dekat Sungai Oropouche, Trinidad, OROV adalah bagian dari famili Peribunyaviridae dan ditularkan melalui gigitan serangga, seperti agas dan nyamuk.

Meskipun kebanyakan kasus ditemukan di Amerika Latin, dengan gejala yang mirip dengan demam berdarah, penting untuk mengetahui potensi ancaman ini, terutama bagi para pelancong ke wilayah endemik.

Yang terbaru, terkonfirmasi dua kematian yang disebabkan virus ini di Brazil.

Meski belum ada laporan kasus di Indonesia, memahami virus ini dan langkah-langkah pencegahannya tetaplah krusial.

Pencegahan meliputi penggunaan kelambu berjaring halus, pakaian yang menutupi tubuh, dan penggunaan obat nyamuk yang mengandung DEET, IR3535, atau icaridin.

Penggunaan kelambu tradisional mungkin tidak efektif melawan gigitan agas yang sangat kecil. (mah)

Editor : Abdul Rokhim
#gejala Virus Oropouche #Penyebaran Virus Oropouche #Virus Oropouche #Virus Gejala Oropouche #indonesia #penularan Virus Oropouche #Trending #brazil #efek Virus Oropouche #pencegahan Virus Oropouche #sakit