RADAR KUDUS - Bipolar dapat terjadi pada pria maupun wanita. Bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang secara signifikan, mencakup emosi tinggi (mania atau hipomania) dan emosi rendah (depresi).
Dilansir dari Halodoc, saat mengalami depresi, seseorang mungkin merasa sangat sedih atau putus asa dan kehilangan minat atau kesenangan dalam hampir semua aktivitas.
Ketika suasana hati berubah menjadi mania atau hipomania (yang tidak se-ekstrim mania), seseorang mungkin merasa sangat gembira, penuh energi, atau sangat mudah tersinggung.
Perubahan suasana hati ini bisa memengaruhi tidur, energi, aktivitas, penilaian, perilaku, dan kemampuan berpikir jernih.
Meskipun gangguan bipolar dapat terjadi pada siapa saja, beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita mungkin mengalami gejala yang sedikit berbeda atau memiliki risiko tertentu.
Penyebab Gangguan Bipolar pada Wanita
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan bipolar terhadap wanita, antara lain:
1. Faktor genetik
Penyebab utama gangguan bipolar adalah faktor genetik. Jika seseorang memiliki anggota keluarga dengan gangguan bipolar, risiko untuk mengalami gangguan yang sama akan meningkat.
Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80-90 persen kasus bipolar memiliki hubungan genetik.
2. Perubahan hormon
Wanita mengalami perubahan hormon yang signifikan selama hidup mereka, termasuk menstruasi, kehamilan, dan menopause.
Perubahan hormon ini dapat memengaruhi suasana hati dan berpotensi memperburuk gejala bipolar.
Sebagai contoh, beberapa wanita melaporkan bahwa gejala bipolar mereka memburuk selama menstruasi atau setelah melahirkan.
3. Stres dan trauma
Stres yang berlebihan dan trauma masa lalu, seperti pelecehan atau kehilangan orang tercinta, dapat memicu atau memperburuk gejala bipolar pada wanita.
Tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan ketidakseimbangan kimia di otak yang berhubungan dengan gangguan bipolar.
Stres sendiri merupakan hal yang paling mendasar dan dapat menyebabkan bipolar.
4. Ketidakseimbangan neurotransmiter
Gangguan bipolar sering berkaitan dengan ketidakseimbangan neurotransmiter di otak, seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin.
Ketidakseimbangan ini dapat memengaruhi suasana hati dan emosi seseorang secara signifikan.
5. Lingkungan
Lingkungan dan kondisi sosial juga dapat memengaruhi risiko berkembangnya gangguan bipolar.
Misalnya, kurangnya dukungan sosial, masalah ekonomi, dan lingkungan yang tidak stabil dapat memperburuk kondisi ini.
Gejala Bipolar pada Wanita
Wanita dengan gangguan bipolar mungkin mengalami episode mania dan depresi. Gejala mania dapat mencakup:
1. Perasaan sangat gembira atau euforia yang berlebihan.
2. Peningkatan energi dan aktivitas fisik.
3. Penurunan kebutuhan tidur.
4. Peningkatan bicara dan ide-ide yang berlomba-lomba di kepala.
5. Impulsif dan perilaku berisiko, seperti pengeluaran uang yang berlebihan atau keputusan yang tidak dipikirkan matang-matang.
Nah, itu tadi beberapa penjelasan tentang bipolar. Semoga bermanfaat ya!
Editor : Abdul Rokhim