Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Apa Itu Skizofrenia dan Gejalanya, Berkaca dari Ibu di Bekasi yang Bunuh Anak dengan 20 Tusukan

Dzikrina Abdillah • Minggu, 10 Maret 2024 | 22:18 WIB
ILUSTRASI: Pengidap gangguan mental Skizofrenia.
ILUSTRASI: Pengidap gangguan mental Skizofrenia.

RADAR KUDUS - Seorang ibu muda di Bekasi berinisial SNF (26) dinyatakan mengidap Skizofrenia usai membunuh anak kandungnya yang berusia 5 tahun.

Insiden pembunuhan itu terjadi di sebuah rumah di daerah Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Kamis (7/3).

Korban ditemukan tewas dengan banyak luka 20 tusukan di tubuhnya.

Atas kejadian tersebut, polisi kemudian melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku.

Hal itu lantaran saat diinterogasi SNF mengaku mendapatkan bisikan gaib.

Ia juga tertawa saat menceritakan insiden pembunuhan yang dilakukannya.

Dari hasil tes kejiwaan, polisi menyatakan SNF menderita Skizofrenia.

Saat ini, SNF telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara atas perbuatannya itu.

Lantas apa itu Skizofrenia? Berikut ini penjelasan dan gejalanya.

Skizofrenia adalah suatu kondisi mental serius yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan dunia sekitarnya.

Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, beberapa faktor genetik, lingkungan, dan biologis dapat berperan dalam perkembangan skizofrenia.

Gejala Skizofrenia

Skizofrenia dapat menunjukkan berbagai gejala, termasuk:

1. Delusi Keyakinan yang salah dan tidak masuk akal, seperti paranoid atau kepercayaan bahwa seseorang sedang dikendalikan.

2. Halusinasi Pengalaman melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang tidak nyata.

3. Gangguan Pikiran Kesulitan dalam mengorganisasi pikiran, menyebabkan gangguan berbicara dan pemikiran yang tidak terkait.

4. Gangguan Perasaan Perubahan tiba-tiba dalam perasaan, seperti kehilangan minat atau kegembiraan.

Faktor Risiko Skizofrenia

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami skizofrenia, termasuk riwayat keluarga, pengaruh genetik, dan ketidakseimbangan zat kimia otak.

Diagnosis skizofrenia melibatkan evaluasi oleh profesional kesehatan mental, termasuk wawancara dan observasi perilaku.

Pengobatan sering melibatkan kombinasi obat antipsikotik, terapi kognitif perilaku, dan dukungan sosial.

Dampak pada Kehidupan Sehari-hari Skizofrenia

Skizofrenia dapat berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari seseorang, termasuk hubungan sosial, pekerjaan, dan kesejahteraan umum.

Dukungan keluarga dan terapi adalah elemen kunci dalam manajemen jangka panjang.

Penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang skizofrenia guna mengurangi stigma dan meningkatkan dukungan bagi individu yang mengalami gangguan ini.

Pendidikan dan kesadaran dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung bagi mereka yang hidup dengan skizofrenia.

Skizofrenia merupakan tantangan kompleks dalam bidang kesehatan mental.

Penanganannya memerlukan kerjasama antara individu yang terkena dampak, keluarga, dan profesional kesehatan mental.

Pemahaman yang lebih baik tentang kondisi ini dapat membantu meminimalkan stigma dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan peduli terhadap kesejahteraan mental.

Editor : Dzikrina Abdillah
#pembunuhan #Skizofrenia #bekasi #ibu