Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hilangkan Tahi Lalat, Awas Keloid Berbahaya

Saiful Anwar • Minggu, 5 Desember 2021 | 19:58 WIB
Photo
Photo
TAHI lalat sebagian membuat orang tidak percaya diri. Berbagai cara ditempuh agar tahi lalat tidak mengganggu penampilan mereka. Namun perlu diperhatikan. Menghilangkan tahi lalat jangan sembarangan. Salah-salah malah bisa tumbuh keloid yang berbahaya.

Hal itu diungkapkan dokter di Klinik Super Skin Pati Jalan Panglima Sudirman, Mustika Rahmalia. Menurutnya saat ini masih ada yang awam menghilangkan tahi lalat dengan cara tradisional. Padahal itu berbahaya karena ada efek sampingnya.

Secara definisi dikutip dari aladokter.com, tahi lalat adalah bintik kecil berwarna cokelat atau kehitaman di atas permukaan kulit. Tahi lalat terbentuk dari sel penghasil zat warna atau pigmen kulit bernama melanosit yang berkelompok. Selain berwarna cokelat atau agak gelap, warna tahi lalat juga ada yang sama persis dengan warna kulit.

Bentuknya ada yang bulat, oval, menonjol, atau datar. Tekstur permukaan tahi lalat juga bervariasi, ada yang halus atau kasar, bahkan beberapa di antaranya ditumbuhi bulu.

Sebagian besar tahi lalat sudah ada sejak lahir, atau baru tumbuh setelah lahir dalam rentang waktu 25 tahun pertama (usia 0-25 tahun). Jumlah rata-rata tahi lalat yang tumbuh secara normal ialah 10-40 buah.

"Yang aman dan steril memang menggunakan peralatan medis. Seperti yang kami pakai di sini menghilangkan tahi lalat menggunakan alat electrocauter. Prinsipnya seperti dibakar untuk mematikan jaringan. Namun pasien tidak akan merasa sakit. Sebelum tindakan kami lakukan pemeriksaan dulu," jelas dokter yang akrab disapa Tika ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Untuk menghilangkan tahi lalat perlu sekali treatment saja. Untuk tahi lalat ukuran kecil bisa sekali treatment dan langsung hilang. Kalau besar nanti biasanya 6 bulan bisa tumbuh lagi. Karena itu butuh kontrol. "Nanti dilihat perkembangannya setiap kontrol," imbuh Tika.

Untuk sekali treatment biayanya dipatok Rp 300 ribu untuk 10 titik tahi lalat. Biaya itu sudah sepaket dengan pemeriksaan.

Di Klinik Super Skin Pati, pengguna layanan ini lumayan ramai. Dalam sebulan rata-rata ada 10 pasien yang menggunakan layanan ini.

"Alat electrocouter ini selain untuk tahi lalat bisa juga menghilangkan kutil, 10 persen dari layanan yang memakai alat electrocouter ini adalah untuk menghilangkan tahi lalat," papar Tika. (aua/him) Editor : Saiful Anwar
#kesehatan #keloid #tahi lalat