KARIMUNJAWA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus memikirkan upaya memperkuat Karimunjawa, sebagai jujugan pariwisata nasional maupun internasional.
Di antaranya dengan menyiapkan peningkatan layanan transportasi menuju dan dari Karimunjawa. Baik udara maupun laut.
Saat ini untuk armada laut, terdapat sejumlah transportasi untuk menyeberang Jepara-Karimunjawa dan sebaliknya.
Kapal Express Bahari 1C mampu mengangkut 345 penumpang, 3C sebanyak 220 penumpang, 8F sekitar 390 penumpang, dan armada terbaru 7G berkapasitas hingga 487 penumpang.
Baca Juga: Empat Kapal Express Bahari Jepara Dapat Tampung 1442 Wisatawan, Dukung Geliat Wisata Karimunjawa
Selain kapal cepat, masyarakat dan wisatawan juga dapat menggunakan KMP Siginjai yang memiliki kapasitas sekitar 350 penumpang.
Di samping itu, salah satu yang menjadi perhatian ialah Bandar Udara Dewadaru, termasuk kesiapan landasan pacu dan ketersediaan armada pesawat.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebutkan, pemerintah daerah saat ini masih berkomunikasi dengan sejumlah operator pesawat.
Terutama untuk mendapatkan layanan penerbangan, yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan, masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Baru komunikasi, nanti disesuaikan dengan kapasitas dan kesiapan armadanya,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu opsi armada yang tengah diperhitungkan ialah pesawat jenis ATR 72.
Namun, keputusan penggunaan armada tetap harus menyesuaikan kondisi dan kapasitas Bandara Dewadaru.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong agar kondisi runway Bandara Dewadaru diperbaiki. Sehingga aspek keselamatan penerbangan dapat semakin terjamin.
Pembenahan tersebut menjadi bagian yang perlu diperhitungkan bersama Kementerian Perhubungan.
“Runway diperbaiki biar safety. Ini juga sudah kami laporkan dan diperhitungkan,” katanya.
Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Kehabisan Tiket, Jepara-Karimunjawa Kini Dilayani Kapal Cepat Berkapasitas Besar
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara Deni Hendarko menyampaikan, pihaknya juga menerima permintaan audiensi dari perusahaan operator penerbangan.
Perusahaan tersebut menawarkan layanan pesawat untuk kebutuhan Pemerintah Kabupaten Jepara.
Hal tersebut disampaikan melalui surat dari PT Zaveryna Utama. Perusahaan ini menyebut memiliki Air Operator Certificate (AOC), yakni izin resmi sebagai perusahaan penerbangan niaga yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
PT Zaveryna Utama menyampaikan maksud untuk melakukan audiensi, sekaligus memaparkan profil perusahaan dan ketersediaan armada Cessna 172.
Perusahaan yang berkantor pusat di Bekasi ini juga menawarkan pemaparan mengenai pengalaman, kapabilitas operasional, serta alternatif layanan yang dapat menjadi bahan pertimbangan Pemkab Jepara.
Sementara itu, Camat Karimunjawa Nuril Abdillah mengatakan, beberapa waktu lalu terdapat kunjungan dari Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI ke Karimunjawa.
Di antara agenda kunjungan tersebut ialah mengecek kondisi Bandara Dewadaru.
“Beberapa waktu lalu ada kunjungan dari Kemenko Infrastruktur RI. Salah satunya mengecek bandara dan akan diperbaiki, termasuk juga Pelabuhan Legon Bajak dan pelabuhan penyeberangan Karimunjawa,” jelasnya.
Menurut Nuril, keberadaan armada udara menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung aksesibilitas Karimunjawa.
Karena itu, komunikasi dengan operator penerbangan mulai dilakukan. Termasuk adanya perusahaan yang telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Bupati Jepara.
“Memang ada perusahaan yang mengirimkan surat untuk audiensi ke Bapak Bupati,” sebutnya.
Kendati demikian, pihaknya juga menunggu informasi lebih lanjut. Berkenaan dengan follow up, maupun rumusan dan ekseskusi kebijakan.(fik)
Editor : Mahendra Aditya