Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Karimunjawa Bersolek! Jalan Diperbaiki Lewat IJD 2026 Senilai Rp55 Miliar, Bupati Bidik Lonjakan Wisatawan pada 2027

Fikri Thoharudin • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:54 WIB
MULUS: Kondisi jalan Karimunjawa di ruas Dukuh Cikmas tertangani dengan IJD 2026. (CAMAT KARIMUNJAWA UNTUK RADAR KUDUS)
MULUS: Kondisi jalan Karimunjawa di ruas Dukuh Cikmas tertangani dengan IJD 2026. (CAMAT KARIMUNJAWA UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Jalan mulus menjadi pintu pertama untuk menghadirkan kenyamanan wisata. 

Di Karimunjawa, pembangunan infrastruktur kini tak lagi dipandang sekadar proyek fisik.

Melainkan investasi jangka panjang, untuk mengangkat daya saing destinasi wisata nasional, yang menjadi salah satu maskot Kabupaten Jepara.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengawal penuh pelaksanaan Inpres Jalan Daerah (IJD) di Karimunjawa. 

Anggaran sebesar Rp 55 miliar yang dialokasikan pemerintah pusat pada 2026 ini, diharapkan menjadi pemicu agar kebutuhan infratruktur dasar itu semakin baik.

Dapat berimbas pada meningkatnya kunjungan wisatawan, terlebih supaya roda perekonomian masyarakat kepulauan semakin bergerak.

Di samping itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo juga mengupayakan IJD dapat turun kembali pada tahun 2027 mendatang. Menuntaskan jalan yang belum rampung pada 2026 di Karimunjawa.

Ia mengatakan, pengawalan program IJD menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. 

Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendasar bagi Karimunjawa, sebagai kawasan strategis pariwisata.

"Kami terus mengawal IJD. Ini memang menjadi prioritas," ungkapnya, pada Rabu (15/7).

Ia menilai, kualitas jalan yang baik akan memberikan dampak berantai terhadap sektor pariwisata. 

Mobilitas wisatawan menjadi lebih nyaman, distribusi barang lebih lancar, dan aktivitas masyarakat tidak tersendat.

Menurutnya, pengembangan Karimunjawa tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan jalan. 

Konektivitas antarmoda transportasi juga harus terus diperkuat. Agar wisatawan semakin mudah menjangkau kepulauan tersebut.

"Kalau jalannya mulus semua akan bagus. Bus bisa beroperasi dengan baik, bandara juga berjalan. Karimunjawa akan semakin bagus dan mendatangkan lebih banyak wisatawan," ucapnya.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga terus mendorong penambahan akses transportasi laut menuju Karimunjawa. 

Upaya itu dilakukan agar pilihan perjalanan masyarakat dan wisatawan semakin beragam.

Wiwit sapaan akrab Bupati Jepara juga menyebut, pada Agustus tahun ini direncanakan hadir satu tambahan armada kapal. 

Selanjutnya, pada tahun depan akan kembali ditambah dua armada lagi untuk memperkuat layanan penyeberangan.

Ia menambahkan, semakin banyak operator transportasi akan menciptakan persaingan yang sehat. 

Kondisi tersebut diyakini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun wisatawan. Baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

"Kalau ada saingan, pelayanan akan lebih maksimal, lebih terbuka, dan tidak dimainkan biro," ujarnya.

Pihaknya berharap pembangunan jalan melalui IJD, penguatan transportasi udara dan laut, serta pembenahan berbagai fasilitas pendukung dapat menjadikan Karimunjawa semakin kompetitif sebagai destinasi wisata nasional. Berimbang pula dalam hal ekonomi dan ekologi.

Dengan akses yang semakin mudah dan pelayanan yang terus membaik, jumlah kunjungan wisatawan diharapkan terus meningkat sekaligus membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

"Dalam waktu dekat, juga akan terdapat tambahan amenitas wisata. Semoga ini dapat menjadi tambahan ikon bagi Karimunjawa dan Jepara," pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
wisata budaya karimunjawa IJD Karimunjawa Perbaikan jalan Karimunjawa Wisata alam Karimunjawa btn karimunjawa