Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rayakan Hari Jadi ke-477 Jepara, Bendera Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Karimunjawa

Fikri Thoharudin • Jumat, 10 April 2026 | 18:54 WIB
KHIDMAT: Prosesi pengibaran bendera merah putih dalam rangka Hari Jadi ke-477 Jepara pada Kamis (9/4). Pengibaran dilakukan di laut Pulau Menjangan Kecil. (PAGUYUBAN GUIDE DIVING UNTUK RADAR KUDUS)
KHIDMAT: Prosesi pengibaran bendera merah putih dalam rangka Hari Jadi ke-477 Jepara pada Kamis (9/4). Pengibaran dilakukan di laut Pulau Menjangan Kecil. (PAGUYUBAN GUIDE DIVING UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Ada cara berbeda yang dilakukan warga kepulauan, untuk merayakan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara. 

Bukan di lapangan terbuka atau halaman kantor pemerintahan, melainkan di kedalaman laut. Tepatnya di perairan sekitar Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa.

Di sana, sekitar 15 penyelam dari berbagai unsur berkumpul sejak pagi. Mereka berasal dari Syahbandar, BTN Karimunjawa, perwakilan SMK Negeri 1 Karimunjawa, Dinas Perikanan, hingga Kecamatan Karimunjawa. 

Mereka disatukan oleh satu semangat, untuk mengibarkan bendera Merah Putih di bawah laut.

Salah satu pengibar bendera, Abdul Fatih (36), yang merupakan Guru Agribisnis Rumput Laut SMK Negeri 1 Karimunjawa, menceritakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari pihak kecamatan. 

BERKESAN: Para penyelam mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara.
BERKESAN: Para penyelam mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara.

Komunitas penyelam lokal dilibatkan, untuk mewujudkan ide yang tidak biasa tersebut.

Kegiatan dilaksanakan pada Kamis (9/4), sejak pukul 08.30 WIB, dengan persiapan dan pengarahan teknis. 

Sekitar pukul 09.30 WIB, para penyelam mulai turun ke dasar laut. Sebelumnya, mereka telah melakukan beberapa kali percobaan untuk memastikan proses pengibaran berjalan lancar. 

Termasuk simulasi pemasangan bendera dan pengambilan gambar dari udara menggunakan drone.

Lokasi yang dipilih bukan tanpa alasan. Perairan di depan Menjangan Kecil dinilai paling memungkinkan, karena kondisi geografisnya yang relatif tenang dan mudah diakses. 

Selain itu, kawasan tersebut juga dikenal memiliki panorama bawah laut yang memukau, dengan terumbu karang yang masih terjaga.

Di kedalaman sekitar 10 meter, bendera Merah Putih perlahan dibentangkan. 

Dalam balutan peralatan selam lengkap, para penyelam bekerja sama menjaga posisi bendera tetap tegak di tengah tekanan air laut. 

Momen sakral itu berlangsung sekitar setengah jam, menciptakan suasana hening namun penuh makna.

“Rasanya luar biasa. Amazing,” ungkap Abdul Fatih pada Jumat (10/4).

Baginya, pengibaran bendera di bawah laut bukan sekadar seremoni. Tetapi juga bentuk ekspresi cinta terhadap daerah dan tanah air, sekaligus kecintaan terhadap alam Karimunjawa.

Sebagai bagian dari komunitas guide diving, ia merasa memiliki tanggung jawab moral, untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keindahan bawah laut Karimunjawa. 

Kegiatan ini menjadi cara unik untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian ekosistem laut.

Beruntung, kondisi cuaca saat pelaksanaan cukup bersahabat. Angin tidak terlalu kencang, arus laut relatif tenang, dan gelombang nyaris tidak terasa. 

Hal tersebut amat membantu kelancaran proses pengibaran bendera, yang membutuhkan stabilitas tinggi di bawah air.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Koordinasi di dalam air, keterbatasan komunikasi, hingga teknik pemasangan bendera menjadi hal yang harus diperhitungkan dengan matang. 

Itulah sebabnya, serangkaian uji coba dilakukan sebelumnya untuk meminimalkan kendala.

Kegiatan serupa sejatinya bukan pertama kali dilakukan. Momentum peringatan 17 Agustus sebelumnya juga pernah diwarnai dengan pengibaran bendera di bawah laut. 

Namun, pelaksanaan kali ini terasa lebih spesial, karena menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-477 Jepara.

Lebih dari sekadar perayaan, para penyelam berharap kegiatan ini membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga alam. 

Mereka ingin Karimunjawa tetap lestari, terhindar dari kerusakan akibat ulah manusia, serta terus menjadi rumah bagi terumbu karang yang sehat dan beragam biota laut.

Di kedalaman laut yang sunyi, Merah Putih berkibar perlahan. Tak ada sorak sorai, hanya gelembung udara yang naik ke permukaan. 

Namun, dari dasar laut Karimunjawa, semangat cinta daerah dan bangsa justru terasa semakin dalam.

Sementara itu, Camat Karimunjawa Nuril Abdillah menyebutkan visi untuk mewujudkan Jepara yang makmur, unggul, lestari dan religius dapat tercapai.

Kini, ia merasa hal tersebut mulai terasa di Kecamatan Karimunjawa. Sekalipun memiliki geografis dan karakter yang berbeda dengan daratan. Namun Karimunjawa diperhatikan, terlebih dengan adanya bantuan infrastruktur jalan.

"Kami berharap tagline dan visi misi Bupati bisa dirasakan di sini. Mulusnya dirasakan sampai Karimunjawa. Memang perlu penanganan berbeda, sebab keanekaragaman budaya dan bentang alamnya. Namun itulah yang membuat Jepara mempesona," pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
#Hari Jadi ke-477 Jepara #alam bawah laut Karimunjawa #jepara #diving #karimunjawa