KARIMUNJAWA — Nelayan di kawasan kepulauan, utamanya di Kecamatan Karimunjawa mendesak agar ada lembaga khusus.
Lembaga yang menjadi penyambung lidah dan jembatan mengenai kebutuhan para nelayan.
Warga khususnya nelayan Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, sebelumnya telah mendatangi kantor Balai Desa Kemujan pada Senin (16/3) lalu.
Kedatangan mereka bertujuan mendesak pemerintah desa. Agar segera mengesahkan lembaga masyarakat nelayan yang telah lama diinisiasi.
Aksi tersebut dipimpin oleh perwakilan nelayan, di antaranya Bambang Zakaria, bersama sejumlah tokoh masyarakat pesisir.
Mereka menilai proses pengakuan lembaga nelayan berjalan lambat. Bahkan dinilai berulang kali hanya sebatas janji tanpa kepastian.
Bambang menyampaikan, sebelumnya para nelayan telah menggelar musyawarah bersama untuk menyatukan harapan.
Dari hasil pertemuan itu, mereka sepakat membentuk lembaga resmi yang mewadahi aspirasi dan kepentingan nelayan di Desa Kemujan.
“Deklarasi sudah kami lakukan bersama. Tinggal sekarang kami meminta agar segera diterbitkan Surat Keputusan (SK) supaya lembaga ini diakui secara resmi, setidaknya di tingkat desa,” ujarnya pada Minggu (29/3).
Selain pengesahan, para nelayan juga meminta pemerintah desa memfasilitasi pertemuan-pertemuan resmi.
Dalam forum tersebut, mereka ingin memaparkan berbagai program ke depan.
Mulai dari peningkatan keselamatan nelayan, penguatan keamanan sosial di lingkungan pesisir, hingga pelaksanaan agenda tahunan seperti pesta laut.
Menurut mereka, upaya komunikasi sebenarnya telah dilakukan sejak jauh sebelum bulan Ramadan.
Namun hingga memasuki akhir Ramadan, belum ada realisasi dari pemerintah desa.
“Sudah sejak sebelum puasa kami menunggu. Tapi hanya dijanjikan saja, belum ada tindak lanjut,” tambahnya.
Menanggapi desakan tersebut, pihak desa akhirnya menyepakati akan menggelar audiensi bersama pada Kamis (2/4) mendatang.
Pertemuan itu diharapkan menjadi titik temu antara pemerintah desa dan masyarakat nelayan terkait legalitas lembaga yang diusulkan.
Para nelayan berharap, melalui audiensi tersebut, keberadaan lembaga mereka dapat segera diakui secara resmi.
Mereka menilai, pengesahan lembaga sangat penting untuk memperkuat koordinasi, terutama dalam upaya menjaga keselamatan nelayan serta keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir di Karimunjawa.
"Ya, karena kini ramai nelayan dari luar daerah yang mencari ikan di lautan sini. Kami berharap ada kesepakatan yang mengindahkan kearifan lokal masyarakat Karimunjawa. Karena ini bukan pulau kosong," pungkasnya.(fik)
Editor : Admin