JEPARA — Cuaca pada Senin (26/1) akhirnya bersahabat. Sehingga Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Siginjai dapat bertolak. Berlayar dari Pelabuhan Kartini Jepara menuju Karimunjawa pukul 07.30 WIB.
Selain mengangkut penumpang (warga Karimunjawa) dan sejumlah wisatawan, kapal tersebut juga membawa bantuan sembako.
Berupa beras 10 ton dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Camat Karimunjawa Nuril Abdillah menyampaikan pengiriman bantuan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi. Untuk menjaga ketersediaan bahan pangan di Kecamatan Karimunjawa.
Khususnya di tengah kondisi musim baratan. Yang ditandai angin kencang, hujan deras, dan gelombang tinggi.
Karimunjawa sebagai wilayah kepulauan, diketahui memiliki keterbatasan produksi pangan lokal.
Dengan potensi luasan lahan sawah sekitar 16 hektare, hasil panen belum mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat setempat secara mandiri.
Oleh karena itu, menurutnya pendistribusian beras CPP ini ditujukan untuk memastikan ketahanan pangan tetap aman. Utamanya selama musim baratan. Di mana kapal sebagai satu-satunya moda transportasi pun sering off.
Lebih lanjut dijelaskan, bantuan beras tersebut sebelumnya merupakan pengajuan kepada Bupati Jepara, tertanggal 12 Januari 2026.
Menyusul dampak musim baratan yang menyebabkan aktivitas melaut terganggu.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada penghasilan masyarakat. Khususnya nelayan yang tidak dapat beraktivitas mencari nafkah.
Rencana pengalokasian bantuan beras di Karimunjawa meliputi Desa Karimunjawa, dengan jumlah 1.641 kepala keluarga (5.344 jiwa) yang mendapatkan alokasi 4.000 kilogram beras.
Sementara Desa Kemujan yang dihuni 1.147 kepala keluarga (3.399 jiwa) menerima 3.000 kilogram.
Selanjutnya, Desa Parang yang memiliki 392 kepala keluarga (1.231 jiwa) dialokasikan 2.000 kilogram.
Lalu, Desa Nyamuk yang dihuni 200 kepala keluarga (635 jiwa) memperoleh 1.000 kilogram beras.
Total penerima di Kecamatan Karimunjawa, di antara 3.380 kepala keluarga atau 10.604 jiwa. Dengan total bantuan 10.000 kilogram atau 10 ton.
"Total 10 ton yang kami salurkan, kepada warga yang membutuhkan," ungkapnya Senin (26/1).
Selain pendistribusian bantuan, pada Minggu (25/1) pihaknya juga melakukan sampling ketersediaan pangan di pasar dan sejumlah toko di Karimunjawa.
Hasilnya menunjukkan stok sembako masih relatif aman.
Beberapa pedagang tercatat memiliki stok beras yang cukup. Di antaranya Maryam dengan stok 1 ton, Wito 1,5 ton, Fakih 1,5 ton, Kuntet 1 ton, Ibnu 500 kilogram, serta Zul Wawan dengan stok 5 kwintal.
Sementara itu, stok beras di tingkat rumah tangga juga dilaporkan masih tersedia.
Pihaknya berharap agar cuaca kian bersahabat. Sehingga distribusi dan akses kebutuhan masyarakat dapat kembali normal.
"Dengan langkah ini, pemerintah daerah berharap stabilitas pangan di Karimunjawa tetap terjaga dan masyarakat dapat melalui musim baratan dengan aman dan tenang," pungkasnya.(fik)
Editor : Zainal Abidin RK