Dubes Datang, Perajin Senang! Pelaku Mebel Jepara Minta Pemerintah Gandeng ITPC

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 19:41 WIB
ANTUSIAS: Perwakilan Dubes dari negara sahabat berkunjung ke Octofest pada Rabu (4/11). Acara ini menjadi ajang untuk mengenalkan produk lokal ke mancanegara.
(FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
ANTUSIAS: Perwakilan Dubes dari negara sahabat berkunjung ke Octofest pada Rabu (4/11). Acara ini menjadi ajang untuk mengenalkan produk lokal ke mancanegara. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

 

JEPARA – Kehadiran delegasi diplomatik dalam Octofest 2026 membuka peluang bagi perajin mebel Jepara untuk memperluas pasar internasional. Namun, mereka berharap momentum tersebut tidak berhenti sebagai agenda pameran tahunan.

Pemerintah daerah didorong menggandeng Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) agar pelaku usaha lebih mudah mengakses jaringan perdagangan dan data calon pembeli dari luar negeri.

Pemilik Meuble Land, M. Yahya, menilai penyelenggaraan Octofest tahun ini menunjukkan kemajuan dibandingkan tahun sebelumnya. Keterlibatan sejumlah kedutaan besar negara sahabat dinilai menjadi langkah positif untuk mempertemukan perajin dengan calon mitra internasional.

Bahkan, sejumlah delegasi menunjukkan ketertarikan terhadap produk lokal dan membuka peluang kolaborasi langsung.

“Meskipun gelaran Octofest ini baru berjalan beberapa tahun dan belum terlalu ramai, keterlibatan pihak kedutaan besar merupakan langkah maju yang luar biasa,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).

Outdoor Furniture Banyak Diminati

Menurut Yahya, produk outdoor furniture menjadi salah satu kategori yang paling banyak dicari selama pameran.

Selama ini, pembeli dari luar negeri, terutama kawasan Timur Tengah dan India, juga kerap datang langsung ke Jepara. Namun, untuk memperluas jangkauan pasar, perajin membutuhkan dukungan yang lebih konkret dari pemerintah.

Salah satunya melalui fasilitasi akses ke ITPC yang memiliki jaringan promosi perdagangan serta informasi calon pembeli internasional.

Selain itu, kekompakan antarpelaku usaha dinilai perlu diperkuat. Dengan koordinasi yang lebih solid, penyelenggaraan pameran berikutnya diharapkan mampu memberikan dampak lebih besar bagi industri mebel Jepara.

Perajin Minta Fasilitasi Pengiriman Produk

Yahya juga berharap dukungan pemerintah dalam pameran ke depan tidak hanya terbatas pada penyediaan stan atau dekorasi.

Menurutnya, fasilitasi pengiriman produk atau shipment ke lokasi pameran juga penting. Sebab, biaya logistik menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperhitungkan pelaku usaha ketika mengikuti eksibisi di luar daerah maupun luar negeri.

Dia mengusulkan agar pemerintah turut membuka akses terhadap penyedia jasa kargo profesional yang tersedia di Jepara.

“Kami berharap, fasilitasi tidak hanya untuk booth dan dekorasi saja, tapi kalau bisa dicover secara shipment-nya, sedangkan akomodasi bisa dari kami sendiri,” pungkasnya.

Bagi pelaku usaha, kehadiran delegasi diplomatik dalam Octofest menjadi awal yang menjanjikan. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan ketertarikan tersebut menjadi akses pasar, transaksi, dan kemitraan bisnis yang berkelanjutan.

Editor : M. Khoirul Anwar
OCTOFEST 2026 perajin mebel Jepara ITPC ekspor mebel Jepara pasar internasional