SPPG di Jepara masih Keteteran Siapkan Menu Prasmanan

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 17:45 WIB
ANTUSIAS: Para murid di SD Swasta Kanisius Jepara tampak sumringah dapat jatah MBG prasmanan pada Kamis (8/10). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
ANTUSIAS: Para murid di SD Swasta Kanisius Jepara tampak sumringah dapat jatah MBG prasmanan pada Kamis (8/10). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Penerapan sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jepara mulai diuji coba. Pada Kamis (8/10), piloting project ini memasuki hari ke-4.

Namun, pelaksanaan pola penyajian tersebut masih menjadi tantangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama dari sisi waktu dan kesiapan pelayanan.

Kepala SPPG Jepara Kauman 02 Arsenius Rikardus Aman Werang mengatakan, pihaknya masih perlu menyesuaikan alur pelayanan dengan sistem prasmanan. 

Menurutnya, waktu yang tersedia menjadi kurang efektif. Karena proses penyajian membutuhkan persiapan dan pendampingan lebih, dibandingkan sistem porsi siap santap.

“Lebih keteteran. Waktunya kurang efektif, meskipun antusias siswa lebih besar,” ungkapnya, Kamis (8/10).

SPPG Jepara Kauman 02 sendiri setiap hari menyiapkan sekitar 1.575 porsi MBG. Meliputi sembilan sekolah dan satu titik Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui (3B). 

Sementara untuk pilot project sistem prasmanan, penerapannya baru menyasar satu sekolah, yakni SD Swasta Kanisius Jepara.

Pada tahap uji coba tersebut, layanan menyasar siswa kelas IV dan V dengan total 25 penerima manfaat. 

Namun dalam praktiknya, kelas VI juga meminta diterapkan hal tersebut. Sehingga pihaknya menyiapkan setidaknya 20 takaran porsi menu tambahan.

Berbeda dengan pola distribusi biasa, makanan disajikan secara prasmanan. Sehingga siswa mengambil makanan sendiri sesuai porsi yang tersedia.

“Teman-temannya (murid, red) sendiri yang melayani,” jelasnya.

Di samping itu, dalam proses tersebut bagi anak yang ingin tambah porsi juga bisa. Selama masih tersedia. Hal ini juga mengurangi potensi food waste.

DOYAN: Siswa SD Swasta Kanisius tengah menyantap MBG dari SPPG Jepara Jepara Kauman 02 pada Kamis (8/10). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
DOYAN: Siswa SD Swasta Kanisius tengah menyantap MBG dari SPPG Jepara Jepara Kauman 02 pada Kamis (8/10). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Untuk menunjang penerapan sistem tersebut, sejumlah peralatan tambahan telah disiapkan oleh mitra. 

Selain itu, terdapat tiga orang yang bertugas untuk pemorsian yang turut mendampingi proses pelayanan di sekolah.

Ia menambahkan, penerapan sistem prasmanan juga dinilai memberikan dampak positif terhadap sisa makanan. 

“Food waste (makanan terbuang, red) cenderung lebih sedikit, dibandingkan sistem penyajian dalam porsi yang sudah ditentukan,” sebutnya.

Di sisi lain, tingginya antusiasme siswa menjadi catatan positif dalam pelaksanaan uji coba tersebut. 

Siswa terlihat lebih leluasa menentukan jumlah makanan yang diambil, sementara SPPG masih harus mengevaluasi alur pelayanan agar sistem prasmanan dapat berjalan lebih efektif jika nantinya diterapkan lebih luas.

Wabup Jepara M. Ibnu Hajar berharap skema pendistribusian MBG secara prasmanan dapat diterapkan lebih luas. Setidaknya ada representasi di setiap kecamatan.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
MBG Prasmanan SPPG MBG Prasmanan SPPG keteteran siapkan menu MBG ambil sendiri MBG request porsi