
JEPARA — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jepara belum merata. Karimunjawa belum tersentuh.
Hingga saat ini, belum ada satu pun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah kepulauan tersebut yang beroperasi, untuk menyalurkan makanan kepada para siswa.
Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Jepara M. Ibnu Hajar mengatakan, keberlanjutan program MBG di Karimunjawa masih menunggu kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.
Pihaknya belum mengetahui secara pasti alasan belum beroperasinya dapur di wilayah tersebut.
"Di Karimunjawa belum ada yang beroperasi. Tindak lanjutnya seperti apa, tergantung BGN pusat. Saya juga belum tahu persoalannya apa, apakah ada efisiensi atau kebijakan lain," ucapnya.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan operasional dapur maupun penambahan penerima manfaat.
Seluruh keputusan terkait kebutuhan dan pemetaan sasaran program berada di tangan BGN.
"Kami tidak punya kebijakan ke arah sana. Yang punya data dan peta dari BGN," tambahnya.
Kondisi tersebut membuat pihaknya kerap menerima pertanyaan dari sekolah-sekolah yang hingga kini belum mendapatkan program MBG.
Namun, pemerintah daerah belum bisa memberikan kepastian kapan layanan tersebut mulai berjalan.



