JEPARA — Gelaran TATAH kembali menyiapkan panggung bagi seniman untuk mengembangkan seni ukir Jepara.
Memasuki edisi kedua di tahun 2027, TATAH mengorbitkan tema “Aliyan, Kagunan, Jepara”, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi seniman melalui mekanisme open call.
Konsep tersebut diperkenalkan dalam sosialisasi dan sharing kuratorial yang digelar di Enjang, Jepara, Minggu (4/10) lalu.
Empat kurator TATAH 2027, yakni Suwarno Wisetrotomo, Nano Warsono, Nurrohmad, dan M. Afif Isyarobbi, memaparkan gagasan yang akan menjadi pijakan dalam penyelenggaraan pameran.
Berbeda dengan TATAH 2026 yang menggunakan sistem undangan, edisi mendatang membuka pendaftaran karya untuk publik.
Langkah ini menjadi upaya penyelenggara menjaring lebih banyak seniman dan menemukan beragam kemungkinan baru dalam perkembangan seni ukir Jepara.
Kurator TATAH 2027 Suwarno Wisetrotomo menjelaskan, kata “Aliyan” dimaknai sebagai kesadaran untuk berpindah posisi atau mengalami transformasi.
Sementara “Kagunan” memiliki sejumlah makna, mulai dari kepandaian atau kecerdasan, karya yang dibuat secara elok dan indah, hingga curahan daya pikir serta perasaan manusia dalam menciptakan keindahan.
Menurut Suwarno, gagasan tersebut menjadi kelanjutan dari TATAH 2026.
Jika edisi sebelumnya mengajak seniman menelusuri akar dan genealogi seni ukir Jepara, TATAH 2027 diarahkan untuk melihat bagaimana akar tersebut dapat berkembang dan melahirkan bentuk-bentuk baru.
“Aliyan kagunan” sekaligus menjadi tantangan bagi seniman untuk tidak berhenti pada tradisi yang telah ada.
Seni ukir Jepara didorong terus bergerak melalui kreativitas dan eksplorasi tanpa kehilangan akar budayanya.
Penggagas tema TATAH 2027, Nano Warsono, menghubungkan konsep kagunan dengan pemikiran R.A. Kartini mengenai hubungan antara keahlian dan kesejahteraan.
Ia menggambarkan TATAH 2026 sebagai akar yang telah ditanam, sedangkan TATAH 2027 menjadi batang yang tumbuh dengan bentuk dan arah yang beragam.
“Yang sudah kita tanam sebagai akar yang kuat, kami harapkan bisa muncul di sini sebagai batang-batang yang berbeda tetapi akarnya sama,” sebutnya.
Direktur TATAH Veronica Rompies mengatakan keputusan membuka open call dilatarbelakangi keyakinan bahwa masih banyak seniman di Jepara, yang belum mendapatkan ruang untuk menunjukkan karyanya.
“Jepara punya banyak seniman tersembunyi. Keinginan ini tidak cukup, kita harus tunjukkan,” imbuhnya.
Ia menyebut penyelenggaraan TATAH 2026 mendapat respons cukup besar.
Pameran tersebut tercatat dikunjungi lebih dari 73 ribu orang dan mendapat pemberitaan dari lebih dari 240 media.
Dukungan terhadap pelaksanaan TATAH 2027 juga disampaikan Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar yang hadir mewakili Bupati Jepara.
Pemkab Jepara berharap gelaran tersebut tidak sekadar menjadi ruang pamer, tetapi mampu melahirkan karya yang kuat dan meninggalkan kesan bagi publik.
“Harapannya ada wow moment, ada masterpiece yang lahir dari TATAH 2027,” sambungnya.
Pendaftaran open call TATAH 2027 dibuka hingga 24 Oktober 2026.
Pendaftaran daring dilakukan melalui tautan resmi panitia di Instagram, Official TATAH.
Sedangkan pendaftaran luring tersedia di Kantor TATAH, Jalan Soekarno Hatta Nomor 5, Tahunan, Jepara, setiap pukul 09.00-17.00 WIB.(fik)
Editor : Mahendra Aditya