BUMDesa Jepara Didorong Masuk Rantai Pasok dan Perluas Pasar

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 10:55 WIB
RELASI: Bupati Jepara Witiarso Utomo mendorong BUMDesa memperluas pasar dan masuk rantai pasok melalui penguatan kemitraan bisnis.
RELASI: Bupati Jepara Witiarso Utomo mendorong BUMDesa memperluas pasar dan masuk rantai pasok melalui penguatan kemitraan bisnis.

 

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan BUMDesa Bersama memperluas jaringan usaha. Pengelola diminta tidak hanya mengandalkan potensi desa, tetapi mampu menghubungkan produk dengan pasar, pembeli, dan mitra usaha yang lebih luas.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo saat membuka Temu Bisnis bagi Pengelola BUMDesa/BUMDesa Bersama Kabupaten Jepara di Pendopo R.A. Kartini, Selasa (6/10/2026).

Menurut Witiarso, setiap desa memiliki potensi yang beragam. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan dampak maksimal jika tidak didukung akses pasar dan kemitraan yang tepat.

“Potensi desa begitu beragam. Namun, potensi saja tidak cukup. Potensi harus terhubung dengan pasar, produk punya akses ke pembeli, dan pelaku usaha memperoleh mitra yang tepat,” ujar Witiarso.

BUMDesa Diminta Masuk Rantai Pasok

Witiarso mengatakan, penguatan kelembagaan menjadi bagian penting dalam mengembangkan ekonomi desa. BUMDesa dan BUMDesa Bersama memiliki posisi strategis untuk mengelola potensi sekaligus membuka akses usaha yang lebih luas.

Pengelola BUMDesa juga diminta tidak hanya memikirkan produk yang bisa dijual saat ini. Produk desa perlu diarahkan agar dapat masuk ke rantai pasok yang lebih besar dan memiliki pasar berkelanjutan.

“BUMDesa jangan hanya berpikir tentang apa yang bisa dijual hari ini, tetapi juga bagaimana produk desa masuk ke dalam rantai pasok yang lebih besar,” katanya.

Temu Bisnis Buka Akses Kemitraan

Temu bisnis tersebut mempertemukan pengelola BUMDesa dengan sejumlah pihak yang berpotensi menjadi mitra usaha. Di antaranya Bulog, Pertamina, perbankan, pelaku ritel, dunia usaha, hingga berbagai lembaga lainnya.

Witiarso berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada komunikasi atau penjajakan. Relasi yang terbentuk perlu ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Relasi yang terbentuk harus kita dorong menjadi kemitraan yang nyata,” tegasnya.

Selain memperluas hubungan dengan dunia usaha, Witiarso menekankan pentingnya komunikasi antarpengelola BUMDesa dan BUMDesa Bersama.

Menurutnya, komunikasi yang intens dapat membuka peluang pertukaran informasi, berbagi pengalaman, hingga membangun kerja sama usaha antardesa.

“Saling kerja sama antara BUMDesa dan BUMDesa yang lain. Komunikasi intens setiap hari yang harus dijaga. Ekosistemnya harus dibentuk juga, biar bisa jalan semuanya. Koneksinya harus diperluas juga,” ujarnya.

Dorong PADes dan Ekonomi Perdesaan

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Desa Jepara Moh Ali mengatakan, temu bisnis tersebut digelar untuk membangun sinergi kemitraan strategis yang saling menguntungkan.

Kemitraan diharapkan dapat memperluas unit usaha BUMDesa dan BUMDesa Bersama sekaligus membuka jaringan pasar yang lebih luas.

“Tujuannya antara lain meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), mengoptimalkan potensi desa, memperkuat ekosistem ekonomi perdesaan serta mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat desa,” kata Moh Ali.

Peserta juga mendapatkan ruang untuk membangun relasi bisnis dan menemukan peluang kemitraan yang dapat dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing desa.

Temu Bisnis BUMDesa/BUMDesa Bersama Kabupaten Jepara Tahun 2026 diikuti 197 peserta. Rinciannya, 184 pengelola operasional BUMDesa se-Kabupaten Jepara, sembilan pengelola operasional BUMDesa Bersama, serta empat Ketua UPK DBM Eks PNPM MPd.

Pemkab Jepara berharap penguatan jejaring tersebut membuat BUMDesa dan BUMDesa Bersama semakin kuat sebagai penggerak ekonomi desa. Tidak hanya mengelola potensi lokal, tetapi juga mampu memperluas pasar dan membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan.

 

Editor : M. Khoirul Anwar
BUMDesa Jepara Temu Bisnis BUMDesa ekonomi desa Pemkab Jepara witiarso utomo