Warga Nalumsari Keluhkan Tambang Dekati Rumah, Khawatir Longsor dan Debu

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 16:29 WIB
MELANGGAR: Warga Tunggulpandean Nalumsari mengeluhkan tambang yang mendekati rumah, debu, potensi longsor, serta persoalan irigasi pertanian.
MELANGGAR: Warga Tunggulpandean Nalumsari mengeluhkan tambang yang mendekati rumah, debu, potensi longsor, serta persoalan irigasi pertanian.

 

JEPARA – Aktivitas tambang di Desa Tunggulpandean, Kecamatan Nalumsari, Jepara, dikeluhkan warga karena dinilai semakin mendekati permukiman. Warga juga mengkhawatirkan potensi longsor, debu, serta persoalan sumber air dan irigasi.

Warga Nalumsari berinisial NK mengatakan lahan yang kini menjadi lokasi aktivitas tambang sebelumnya merupakan sawah dan tegalan.

“Kalau lama-lama pengerukannya sampai hampir jalan. Itu kan sudah mendekati rumah-rumah warga. Takut longsor, debu juga,” ungkapnya.

Lahan Pertanian Ikut Terdampak

Menurut NK, lahan pertanian di sekitar lokasi biasanya ditanami padi hingga dua kali dalam setahun.

Karena itu, aktivitas pengerukan dinilai berpotensi mengganggu lahan pertanian dan infrastruktur pendukungnya.

Selain kondisi lahan, warga juga mengeluhkan persoalan saluran air untuk pertanian.

Saluran Air Belum Mengalir

NK mengatakan saluran yang sebelumnya dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) belum mengalirkan air secara optimal ke lahan pertanian di sekitar lokasi.

“Sebetulnya kemarin sudah dibangunkan dari BBWS, tapi mungkin tidak sampai sini karena sudah rusak jalur airnya,” ujarnya.

Persoalan tersebut menjadi perhatian warga karena aktivitas pertanian masih berlangsung di kawasan sekitar tambang.

Empat Lokasi Diperiksa

Keluhan warga tersebut muncul di tengah pemeriksaan Tim Terpadu Penataan Pertambangan MBLB Jepara terhadap empat lokasi tambang di Tunggulpandean, Kamis (24/9/2026).

Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Muria memastikan keempat lokasi tidak memiliki izin pertambangan. Lokasi-lokasi tersebut juga berada di kawasan tanaman pangan, dengan sejumlah titik masuk kawasan LSD dan LBS.

Editor : M. Khoirul Anwar
irigasi pertanian Tambang Jepara warga Nalumsari Tunggulpandean lahan pertanian