KARIMUNJAWA — Program modeling budidaya rumput laut di Karimunjawa terus berjalan. Dinas Perikanan Kabupaten Jepara menyebut pembangunan sarana modeling yang mendapat dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kini telah mencapai lebih dari 50 persen.
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul munculnya keluhan mengenai kondisi bibit rumput laut dalam program tersebut. Dinas Perikanan Kabupaten Jepara menyebut bibit yang terlihat saat ini masih berada dalam proses peralihan dan adaptasi setelah ditanam.
Bibit Rumput Laut Masih dalam Tahap Adaptasi
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara Muh. Tahsin mengatakan perkembangan rumput laut sejauh ini cukup baik. Kondisi fisik bibit yang terlihat pada tahap awal, menurutnya, belum dapat menjadi gambaran akhir hasil budidaya.
"Perkembangan rumput laut cukup baik. Dapat kami buktikan melalui dokumentasi video yang ada. Adapun kondisi fisik rumput laut yang terlihat sebagaimana dalam video tersebut merupakan proses peralihan serta adaptasi bibit ketika baru ditanam," ujarnya, Jumat (18/9).
Program tersebut dilaksanakan PT Aquatec selaku penyedia. Sebelum pelaksanaan, masyarakat telah mendapatkan sosialisasi mengenai metode dan teknologi budidaya yang diterapkan.
Masyarakat juga dilibatkan dalam pembangunan sarana modeling. Pelibatan itu sekaligus menjadi bagian dari proses transfer teknologi dan pengetahuan kepada pembudidaya.
Pembangunan Modeling Sudah Lebih dari 50 Persen
Pada tahap awal, dukungan KKP diarahkan pada kesiapan lahan budidaya sesuai regulasi dengan luasan sekitar 70 hingga 100 hektare.
Sementara pembangunan sarana modeling saat ini telah mencapai lebih dari 50 persen. Sarana tersebut sekaligus menjadi bagian dari revitalisasi fasilitas budidaya rumput laut lama milik masyarakat.
Teknologi baru yang digunakan merupakan dukungan KKP dengan nilai investasi yang cukup besar. Dalam proses pembangunan, masyarakat setempat turut dilibatkan dan mendapatkan upah.
"Ini merupakan respons KKP atas usulan Bupati Jepara yang ingin mengembangkan rumput laut di Karimunjawa. Sebelumnya, usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat pembudidaya rumput laut saat kunjungan Bupati Jepara di Karimunjawa," jelas Tahsin.
Untuk calon penerima dan calon lokasi di Desa Kemujan, prosesnya diinisiasi melalui proposal Dinas Perikanan Kabupaten Jepara. Penerima bantuan terdiri atas enam kelompok pembudidaya.
Akses pemanfaatan lahan di zona tradisional juga telah dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Taman Nasional Karimunjawa dengan pembudidaya rumput laut.
Program Tak Berhenti Setelah Pembangunan
Pengembangan modeling tidak berhenti pada pembangunan sarana. Dinas Perikanan Kabupaten Jepara bersama tim pemerintah pusat melakukan pengawasan secara berkala untuk memperbarui perkembangan program.
Pemantauan juga dilakukan melalui kanal komunikasi yang dibentuk KKP.
Pembangunan modeling ditargetkan selesai pada 2026. Setelah itu, pendampingan, pengawasan, dan evaluasi masih akan dilakukan selama dua tahun berikutnya.
"Target pembangunan selesai tahun 2026. Pendampingan, pengawasan, dan evaluasi akan dilaksanakan dua tahun ke depan," imbuhnya.
Tahsin berharap program tersebut dapat memberikan manfaat bagi pembudidaya rumput laut di Karimunjawa, terutama dalam pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah ingin memberikan hal yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat, bukan malah sebaliknya," pungkasnya. (fik/war)
Editor : M. Khoirul Anwar