Investor Dubai Tertarik Buat Mini Refinery Senilai Rp 5 Triliun di Jepara

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 19:20 WIB
RAMAH INVESTASI: Bupati Jepara Witiarso Utomo saat menerima kunjungan investor asal Dubai.
RAMAH INVESTASI: Bupati Jepara Witiarso Utomo saat menerima kunjungan investor asal Dubai.

 

JEPARA — Rencana investasi mini refinery atau kilang minyak senilai sekitar USD 200 juta atau setara Rp5 triliun di Jepara mulai memasuki tahap penjajakan lokasi. Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), datang langsung ke Jepara untuk melihat calon lokasi pembangunan fasilitas tersebut, Rabu (16/9/2026).

Kunjungan itu menjadi tindak lanjut pertemuan investor dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Jepara Witiarso Utomo di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Lokasi yang ditinjau berada di kawasan depan Gelora Bumi Kartini dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Jepara. Investor melihat langsung kondisi kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan mini refinery.

Investor Tinjau Lahan hingga Pelabuhan

Kedatangan investor disambut Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran Pemkab Jepara. Dalam pertemuan tersebut, pemkab memaparkan kondisi kawasan yang menjadi calon lokasi pembangunan.

Paparan mencakup kondisi dan luas lahan hingga kedalaman pelabuhan. Aspek tersebut menjadi pertimbangan penting untuk mendukung aktivitas industri pengolahan minyak dan mobilitas logistik.

Witiarso berharap penjajakan tersebut dapat segera berlanjut ke tahap pembangunan.

"Harapannya investor bisa segera membangun refinery-nya, sehingga perekonomian Jepara semakin bagus dan bisa memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar," kata Witiarso.

Investasi tersebut ditargetkan mulai direalisasikan sebelum akhir 2026 setelah proses kerja sama dilakukan.

Kapasitas Awal 10 Ribu Barrel per Hari

Mini refinery yang direncanakan dibangun di Jepara nantinya dapat digunakan untuk mengolah minyak mentah dan produk terkait lainnya.

Perwakilan investor asal Dubai, Talal Ourfali, mengatakan rencana tersebut muncul setelah pihaknya melihat potensi Indonesia, khususnya Jawa Tengah, untuk pengembangan mini refinery.

Menurutnya, kebutuhan fasilitas pengolahan minyak skala tersebut masih cukup besar. Investor pun merencanakan fasilitas dengan kapasitas awal sekitar 10 ribu barrel per hari.

Kapasitas tersebut ditargetkan dapat dikembangkan hingga 30 ribu barrel per hari.

"Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus. Kita mau bangun mini refinery dengan kapasitas mulai 10 ribu barrel per hari, targetnya nanti sampai 30 ribu barrel per hari," kata Talal.

Jika terealisasi, Witiarso menyebut investasi tersebut akan menambah aktivitas ekonomi baru di Jepara, khususnya di kawasan yang dikembangkan untuk mendukung kegiatan industri dan pelabuhan.

Investasi UEA di Jateng Capai Rp13 Triliun

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan Jawa Tengah menjadi salah satu daerah tujuan investasi dari UEA. Dalam lima tahun terakhir, nilai investasi investor asal UEA di Jawa Tengah tercatat sekitar Rp13 triliun.

Luthfi mengatakan ketertarikan investor Dubai terhadap Jawa Tengah menunjukkan adanya peluang investasi di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.

"Itulah Jawa Tengah, di saat dunia global yang tidak menentu, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi, termasuk di Dubai yang hari ini datang," ujar Luthfi.

Dia berharap rencana pembangunan mini refinery di Jepara dapat segera terealisasi dan ikut memperkuat pemenuhan kebutuhan energi di Jawa Tengah.

"Harapannya ini bisa terealisasi dan memberikan penguatan terhadap pemenuhan energi di Jawa Tengah," tandasnya.

Editor : M. Khoirul Anwar
Mini Refinery Jepara Investor Dubai Kilang Minyak Jepara investasi jawa tengah investasi jepara