Pasokan Pangan, BBM dan Gas Subsidi ke Karimunjawa Dipastikan Aman

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 19:26 WIB
ANTRE: Sejumlah warga Karimunjawa tengah mengambil beras Banpang CPP-2026 pada Kamis (27/8) di Kantor Petinggi Karimunjawa. (ARIF UNTUK RADAR KUDUS)
ANTRE: Sejumlah warga Karimunjawa tengah mengambil beras Banpang 2026 pada Kamis (27/8) di Kantor Petinggi Karimunjawa. (ARIF UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Pasokan pangan maupun LPG subsidi ke wilayah Karimunjawa dipastikan masih aman. Meskipun cuaca ekstrem sempat mengganggu aktivitas pelayaran. 

Kondisi cuaca yang mulai membaik juga membuat layanan penyeberangan kembali beroperasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara Mudhofir mengatakan, ketersediaan beras di Karimunjawa masih mencukupi untuk menghadapi potensi gangguan distribusi akibat cuaca buruk. 

Berdasarkan perhitungan ketersediaan beras cadangan pangan pemerintah (CPP), stok saat ini dapat untuk setengah tahun ke depan.

“Stoknya aman. Perhitungan ketersediaan pangan untuk beras sampai September ini masih aman, bisa untuk 7,5 bulan ke depan. Kualitas beras juga bagus,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu antisipasi. Apabila jalur pelayaran kembali terganggu akibat angin kencang dan gelombang tinggi. 

Sebab, distribusi bahan pangan ke Karimunjawa tidak harus dilakukan setiap hari.

Di luar CPP, stok yang tersedia di Karimunjawa masih mampu menjaga kebutuhan masyarakat. 

Terlebih, toko, hotel, dan restoran juga biasa melakukan persiapan buffer stock untuk mengantisipasi gangguan distribusi.

“Beras tidak setiap hari pulang-pergi. Warga sendiri, untuk stok beras sebulan sampai dua bulan ke depan sudah ada, ketika penyeberangan tidak bisa satu atau dua hari, masih aman,” jelasnya.

Mudhofir menambahkan, cadangan beras pemerintah juga dapat dimanfaatkan untuk penanganan kondisi kebencanaan maupun daerah rawan pangan. 

Namun, penggunaannya tetap memperhitungkan kondisi ketersediaan pangan di wilayah lain.

Cadangan tersebut akan diintervensi apabila gangguan distribusi sampai berpotensi menimbulkan kerawanan pangan. 

Terlebih, memasuki periode kekeringan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penyaluran bantuan air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sementara itu, Koordinator Himpunan Pengusaha Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Jepara Atet Budiono mengatakan, distribusi LPG subsidi ke Karimunjawa juga masih relatif stabil. 

Alokasi LPG subsidi untuk wilayah tersebut berada di kisaran 2.000 tabung per minggu.

“Rencana pengiriman besok, Rabu, ke Karimunjawa,” sambungnya.

Pengiriman LPG subsidi tersebut umumnya dilakukan setiap hari Rabu. 

Hingga saat ini, pasokan LPG subsidi di Karimunjawa masih dalam kondisi aman dan belum mengalami gangguan berarti akibat cuaca ekstrem.

Di sisi lain, Camat Karimunjawa Nuril Abdillah menyebut kondisi cuaca di wilayah kepulauan tersebut mulai membaik. 

Aktivitas penyeberangan kembali berjalan, setelah sebelumnya Senin (14/9) sempat terdampak angin kencang dan gelombang tinggi.

“Cuaca membaik. Hari ini sudah beroperasional baik Express Bahari maupun KMP Siginjai,” katanya.

Nuril menjelaskan, pola cuaca di Karimunjawa belakangan ini mulai memasuki tahap akhir periode angin kencang. 

Wilayah tersebut kemudian memasuki periode timuran sebelum kondisi laut kembali landai. Termasuk pancaroba dan Baratan menjelang akhir tahun dan awal tahun.

Pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perubahan cuaca, yang dapat kembali memengaruhi jalur distribusi menuju kepulauan tersebut.

Terpisah, Kabag Perekonomian Setda Jepara Dwi Yogo Adiwibowo menyebutkan untuk proses distribusi tetap dalam pantauan.

“Perangkat daerah terus memantau, seperti DKPP, maupun Disperindag. Sampai saat ini masih aman,” imbuhnya.

Sedangkan berkaitan dengan BBM, juga sudah dikoordinasikan dengan pihak Pertamina. Terutama untuk mengantisipasi kelangkaan utamanya BBM yang subsidi.

“Untuk di kewilayahan, laporan dari Kecamatan Karimunjawa juga masih kondusif,” tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
ombak dan gelombang besar pelayaran Karimunjawa jepara karimunjawa stok pangan