Dampak dan Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Sampai Jepara

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 20:42 WIB
PETA SEBARAN: Kondisi dampak pasca erupsi Anak Gunung Krakatau mengarah ke Barat. (STASIUN ETEOROLOGI AHMAD YANI SEMARANG UNTUK RADAR KUDUS)
PETA SEBARAN: Kondisi dampak pasca erupsi Anak Gunung Krakatau mengarah ke Barat. (STASIUN ETEOROLOGI AHMAD YANI SEMARANG UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Kabar mengenai dampak termasuk abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang disebut bergerak ke arah timur hingga wilayah Pantura, termasuk Jepara, dibantah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah.

Dalam informasi yang beredar di media sosial, disebutkan Senin (7/9) dini hari, sejumlah warga dikabarkan mendengar dentuman keras. 

Informasi tersebut kemudian membuat khawatir sejumlah pihak, hingga sempat dikaitkan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Namun, kemungkinan suara dentuman tersebut berasal dari erupsi Anak Krakatau dan terdengar hingga Jepara dinilai sangat kecil. 

Pasalnya, jarak Jepara dengan Gunung Anak Krakatau lebih dari 500 kilometer.

Berdasarkan data yang disampaikan Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani Semarang, BMKG Jawa Tengah juga tidak membenarkan adanya abu vulkanik yang bergerak ke arah timur, Pantura termasuk Jepara.

“Tidak benar jika abu vulkanik ke arah timur hingga Pantura. Berdasarkan hasil pengamatan kita melalui paper test hingga siang tadi tidak terdapat debu vulkanik alias negatif,” terang pihak Kantor Stasiun Meteorologi, Senin (7/9).

Sementara itu, berdasarkan pemantauan citra satelit Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB, sebaran abu vulkanik justru terpantau lebih mengarah ke barat. 

Disebutkan, wilayah yang terdampak berada di sekitar Banten, Jawa Barat bagian selatan, serta Lampung bagian barat daya.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak 4 hingga 7 September 2026 diketahui menghasilkan sebaran abu vulkanik dalam radius yang cukup luas. 

Berdampak pada sejumlah wilayah di sekitar Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Aktivitas erupsi tersebut juga berdampak pada sektor penerbangan. Sejumlah bandara sempat ditutup sementara, sebab adanya risiko abu vulkanik terhadap jarak pandang dan keselamatan penerbangan.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
erupsi Gunung Anak Krakatau Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani Semarang Dampak erupsi Anak Gunung Krakatau BMKG Jateng abu vulkanik