JEPARA – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jepara mendorong masyarakat mengelola minyak jelantah agar tidak berakhir sebagai limbah rumah tangga. Salah satunya melalui pengembangan ATM Mijel (Minyak Jelantah) sebagai sarana pengumpulan minyak goreng bekas sekaligus membuka peluang nilai ekonomi.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomi.
ATM Mijel Dorong Kebiasaan Baru
Ketua TP PKK Kabupaten Jepara Ella Witiarso Utomo mengatakan, pengelolaan minyak jelantah dapat menjadi langkah sederhana yang dilakukan masyarakat dari lingkungan rumah masing-masing.
“Melalui sosialisasi ATM Mijel, kita belajar bahwa sesuatu yang dianggap limbah ternyata bisa bernilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari kepedulian kita terhadap lingkungan,” ujar Ella saat membuka kegiatan di Gedung Shima Jepara, Kamis (3/9/2026).
Ella berharap pengelolaan minyak jelantah tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat menjadi kebiasaan di rumah maupun lingkungan masyarakat.
“Mari manfaatkan kesempatan ini agar pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi kebiasaan di rumah dan lingkungan kita, serta bernilai ekonomis,” lanjutnya.
GEBER EMAS Mulai Digalakkan
Sejalan dengan gerakan tersebut, Bank Sampah Kartini PKK Kabupaten Jepara bersama Bank Sampah Induk (BSI) Jepara akan menjalankan GEBER EMAS (Gerakan Bersama Edukasi Masyarakat).
Kegiatan yang dimulai September hingga Oktober 2026 itu akan menyasar wilayah kecamatan masing-masing. Melalui gerakan tersebut, PKK diharapkan semakin aktif mengedukasi sekaligus mengajak masyarakat mengumpulkan minyak jelantah.
Ketua Bank Sampah Induk Kabupaten Jepara Anis Surahman menyampaikan, minyak jelantah yang dikumpulkan dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Selain itu, pengumpulan minyak jelantah juga membantu mengurangi potensi pencemaran air dan tanah akibat pembuangan secara sembarangan. Minyak jelantah yang terkumpul selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk diolah menjadi produk seperti biodiesel.
Jepara Sudah Kumpulkan 54,36 Liter
Anis juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan minyak goreng secara berulang kali, terutama ketika kondisi minyak sudah berubah warna dan kualitasnya menurun.
“Jangan menggunakan minyak berulang kali untuk memasak, terlebih warnanya sudah berubah menjadi hitam,” terangnya.
Di Jawa Tengah saat ini telah terdapat 10 ATM Mijel. Dari jumlah tersebut, empat kabupaten telah menerima program tersebut, yakni Kabupaten Semarang, Kudus, Jepara, dan Batang.
Di Jepara, gerakan ini mulai menunjukkan hasil. Sebagai langkah awal, TP PKK Kabupaten Jepara telah mengumpulkan sebanyak 54,36 liter minyak jelantah.
Ke depan, PKK di masing-masing kecamatan diharapkan ikut bergerak mengumpulkan minyak jelantah sehingga jumlah yang terkumpul terus bertambah.
Gerakan tersebut sejalan dengan program “Minyak Jelantah Jadi Rupiah” yang diinisiasi TP PKK Provinsi Jawa Tengah. Program ini diarahkan untuk mengurangi limbah rumah tangga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Editor : Ali Mustofa