Kebakaran Kandang Ayam di Jepara Tewaskan Teknisi, Korban Ditemukan di Tengah Bangunan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 06:28 WIB
Petugas melakukan penanganan kebakaran kandang ayam di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Selasa (1/9) yang menyebabkan satu orang meninggal.
Petugas melakukan penanganan kebakaran kandang ayam di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Selasa (1/9) yang menyebabkan satu orang meninggal.

JEPARA – Kebakaran hebat terjadi di sebuah kandang ayam di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Selasa (1/9/2026) sore.

Insiden tersebut menelan satu korban jiwa, yakni seorang teknisi yang tengah melakukan perbaikan di lokasi.

Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian bangunan kandang yang memiliki luas sekitar 20 x 15 meter persegi.

Korban diketahui bernama Mungawan (54), warga RT 5 RW 2, Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri.

Saat kejadian, Mungawan berada di lokasi untuk memperbaiki dinamo kandang ayam milik Hartomo (53), warga Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji.

Petinggi Desa Tanjung, Hariyanto, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa korban bukan merupakan warga Desa Tanjung, melainkan teknisi yang datang untuk mengerjakan perbaikan di kandang ayam.

“Teknisi. Mboten wargane kulo (tidak warga Desa Tanjung, Red), cuman perbaikane di daerah sini,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Andika Oktavian Saputra menjelaskan, sebelum kebakaran terjadi, sekitar pukul 16.30 WIB seorang warga bernama Mariyono sempat menyapa Mungawan yang sedang bekerja memperbaiki dinamo di bagian depan kandang.

Tak lama berselang, Mariyono melihat adanya titik api yang muncul dari bagian tengah bangunan. Ia kemudian berusaha mengambil air untuk memadamkan api.

Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan kobaran api yang semakin membesar. Api kemudian menjalar dengan cepat ke seluruh bangunan kandang, terlebih material bangunan membuat api mudah berkobar.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan kebakaran kepada petugas pemadam kebakaran dan Polsek Pakis Aji.

Damkar Jepara menerima laporan sekitar pukul 17.31 WIB. Satu unit armada suplai kemudian diberangkatkan dari Pos Bangsri, sementara dua unit armada pemadam meluncur dari Mako Jepara.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 17.53 WIB dan langsung melakukan proses pemadaman. Upaya menjinakkan api berlangsung hingga sekitar pukul 20.00 WIB.

Di tengah proses pemadaman, keberadaan Mungawan sempat belum diketahui.

Kobaran api yang masih besar serta kondisi bangunan yang mengalami kerusakan membuat warga dan petugas kesulitan melakukan pencarian.

Sekitar pukul 19.20 WIB, ketika api mulai mereda, warga bersama relawan akhirnya berhasil menemukan korban.

Mungawan ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia akibat terbakar di bagian tengah kandang.

“Saat Mariyono berusaha mencari Mungawan, dia mendapati korban sudah dalam kondisi terbakar dan meninggal dunia di tengah kandang,” kata AKP Andika, Selasa malam.

Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting pada dinamo blower. Percikan api kemudian menyambar bagian bangunan dan menyebabkan kebakaran meluas.

Akibat kejadian tersebut, bangunan kandang ayam mengalami kerusakan cukup parah. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendataan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Sementara itu, keluarga korban telah menerima kejadian tersebut dan menyatakan menolak dilakukan autopsi.

Jenazah Mungawan selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan oleh pihak keluarga. (fik)

Editor : Ali Mustofa
Kebakaran Kandang Ayam Mungawan pakis aji jepara berita jepara kebakaran jepara