Guru MAN 2 Jepara Raih Prestasi Gemilang di Ajang Woodball Championship 

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:26 WIB
SUMRINGAH: Pengajar MAN 2 Jepara Khoirul Mustakhim (33) yang sukses meraih juara 1 dan juara 2 Aice 8th Indonesia Open 2026 Woodball Championship pada 18-22 Agustus di Bali. (DOC. PRIBADI) 
SUMRINGAH: Pengajar MAN 2 Jepara Khoirul Mustakhim (33) yang sukses meraih juara 1 dan juara 2 Aice 8th Indonesia Open 2026 Woodball Championship pada 18-22 Agustus di Bali. (DOC. PRIBADI) 

JEPARA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan guru MAN 2 Jepara, Khoirul Mustakhim (33), di ajang Aice 8th Indonesia Open 2026 Woodball Championship. 

Atlet woodball asal Jepara ini berhasil membawa pulang empat gelar dari kejuaraan yang berlangsung pada 18–22 Agustus 2026 di Lapangan Cricket Udayana, Bali.

Dalam kejuaraan yang diikuti sekitar 155 peserta dari delapan negara tersebut, Takim tampil gemilang. Meraih juara 1 Single Fairway Competition dan juara 1 Team Stroke Competition.

Selain itu, ia juga berhasil menempati posisi juara 2 Single Stroke Competition serta juara 2 Double Man Fairway Competition.

Rangkaian prestasi tersebut sekaligus menambah koleksi medali Khoirul sepanjang 2026. 

Sebelumnya, pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball 2026 di Lapangan Banteng, Gambir, Jakarta Pusat, 6–10 Juli, ia menyumbangkan dua medali perunggu melalui nomor Team Stroke Competition dan Double Stroke Competition.

Performa tersebut kemudian terus meningkat saat mengikuti Piala Kemerdekaan Pati Open 1 di Gelora Soekarno Mojoagung, Pati, pada 8–9 Agustus. 

Ia sukses meraih dua medali emas melalui nomor Single Stroke Competition dan Double Mix Stroke Competition, serta satu medali perak pada nomor Double Man Stroke Competition.

Takim menceritakan, hasil di Pati menjadi bagian dari persiapan menuju Indonesia Open di Bali. 

Dirinya semula menjadikan kejuaraan tersebut sebagai ajang uji coba, sekaligus mengukur kesiapan sebelum menghadapi persaingan yang lebih besar.

“Setelah Kejurnas bulan Juli mendapatkan dua perunggu, kemudian saya melakukan persiapan dan uji coba di Pati. Dari sana mendapatkan dua emas dan satu perak. Itu menjadi modal untuk menuju pertandingan di Bali,” ujarnya, pada Selasa (25/8).

Menghadapi kejuaraan di Bali, persiapan dilakukan secara serius, baik dari sisi fisik, teknik maupun mental. 

Tak ayal, ia rutin berlatih di Lapangan Bandengan, Jepara, dengan menjaga kebugaran melalui jogging sedikitnya tiga kali dalam sepekan. Serta latihan woodball tiga kali dalam sepekan.

Selain itu, Takim juga terbiasa melakukan latihan secara mandiri. Menurutnya, latihan tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi sekaligus mengoreksi kekurangan dalam permainan.

“Latihan sendiri itu untuk rileks sekaligus mengoreksi diri sendiri. Jadi sebelum pertandingan, minimal satu minggu sebelumnya saya sudah merancang apa yang harus saya lakukan,” katanya.

Persiapan tidak hanya dilakukan secara fisik. Khoirul juga memperhatikan kesiapan rohani sebelum bertanding. 

Ia sendiri berupaya menjaga ketenangan dengan menjalankan ibadah, termasuk mengamalkan salat sunah, serta memastikan perlengkapan yang dibawa dalam kondisi baik dan bersih.

Menurutnya, perjalanan dari Jawa menuju Bali bukan sekadar mengikuti kejuaraan, tetapi membawa target untuk meraih prestasi.

“Fokusnya pada pertandingan. Karena tujuan saya berangkat dari Jawa ke Bali memang mencari prestasi,” ucapnya.

Takim juga memiliki pengalaman membela Indonesia di tingkat internasional. 

Pada 2016, ia pernah tampil di ajang ASEAN Beach Games di Vietnam dan berhasil mempersembahkan medali perunggu.

Pengalaman tersebut turut memantik, agar terus mengembangkan diri sekaligus membuka kesempatan bagi atlet-atlet muda Jepara.

Sejak September 2021, Khoirul mengabdikan diri sebagai guru di MAN 2 Jepara. Di lingkungan madrasah, ia tidak hanya mengajar, tetapi juga ikut membina siswa yang memiliki ketertarikan terhadap woodball.

Pembinaan tersebut mulai diterapkan secara lebih serius sejak 2023, terutama menjelang ajang Popda. 

Kendati latihan tidak dilakukan sepanjang tahun secara intensif, ia biasanya mulai melatih siswa sekitar dua hingga tiga bulan sebelum pertandingan.

Hasilnya, para siswa MAN 2 Jepara secara rutin mampu menyumbangkan medali dalam berbagai ajang.

“Setiap tahun Alhamdulillah rutin menyumbang medali. Harapannya ini bisa menjadi bekal bagi siswa, tidak hanya untuk pertandingan, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan mereka,” tuturnya.

Takim juga berharap kiprahnya di dunia woodball dapat menjadi jalan untuk mengharumkan nama Jepara, sekaligus membawa lebih banyak atlet muda MAN 2 Jepara ke level yang lebih tinggi.

“Keinginan saya bisa mewakili Indonesia di kancah internasional, mengharumkan nama Jepara, dan tentunya bisa membawa anak-anak MAN 2 Jepara,” ujarnya.

Setelah sukses di Bali, agenda berikutnya sudah menanti. 

Takim berencana mengikuti Batang Open pada September, kemudian Porprov di wilayah Semarang Raya pada Oktober. 

Sementara pada November, ia berharap mendapat kesempatan dan panggilan untuk kembali tampil di ajang internasional.

Berbekal konsistensi latihan dan sederet prestasi yang terus bertambah, Takim berharap woodball semakin berkembang di Jepara. 

Ia juga ingin prestasinya menjadi inspirasi bagi siswa untuk berani berprestasi, melalui olahraga yang masih belum sepopuler cabang olahraga lainnya tersebut.

“Woodball ini memiliki peluang yang sangat bagus. Apalagi bagi siswa, bisa menjadi bekal dan tambahan prestasi untuk masuk ke bangku perguruan tinggi,” pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
Harumkan daerah Sabet medali emas di ajang bergengsi woodball man 2 jepara atlet jepara