JEPARA — Keadaan miris dialami oleh puluhan siswa di SD Negeri 1 Tedunan, Kecamatan Kedung.
Kegiatan pembelajaran di sekolah ini, terpaksa dipindahkan ke rumah warga. Terutama setelah atap bangunan sekolah melengkung dan ambrol.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena peristiwa terjadi saat sekolah sedang libur.
Kepala SDN 1 Tedunan, Kresna Amiruddin, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu, 12 Juli 2026, sekitar pukul 15.45 WIB.
Saat itu, penjaga sekolah yang sedang membersihkan lingkungan sekolah untuk persiapan masuk tahun ajaran baru, mendengar suara reruntuhan dari dalam area sekolah.
"Penjaga sekolah langsung memberi kabar kepada saya. Setelah itu saya datang ke lokasi dan berkoordinasi dengan komite sekolah serta Satkordikcam Kedung. Ternyata bagian struktur atap sudah melengkung dan sebagian bangunan ambrol," ujarnya, saat ditemui pada Kamis (30/7).
Kondisi tersebut kemudian segera dilaporkan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Jepara agar segera mendapat penanganan.
Bangunan yang terdampak meliputi ruang kantor atau ruang guru, serta ruang kelas IV dan kelas V.
Menurut Kresna, bangunan sekolah tersebut sudah tidak layak digunakan. Perlu dibongkar dan diperbaiki, karena usianya yang sudah terlampau tua.
"Bangunan ini berdiri sejak 1985. Selama ini belum pernah direhabilitasi secata total. Hanya perbaikan kecil. Struktur bangunannya sudah tua, ditambah lokasinya dekat pantai sehingga sering terkena angin laut," katanya.
Atas pertimbangan keselamatan, selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung pada Senin-Jumat (13–17/7) lalu, seluruh kegiatan dilaksanakan di halaman sekolah.
Pihak sekolah tidak berani menggunakan bangunan yang terdampak, karena dikhawatirkan terjadi keruntuhan susulan.
Sejak Senin (13/7), sekolah juga mulai melakukan evakuasi mebel, dokumen, serta peralatan elektronik dari ruang kantor. Hal ini untuk menghindari kerusakan maupun risiko yang tidak diinginkan.
Mulai Senin (20/7), kegiatan belajar mengajar bagi siswa kelas IV, kelas V, dan kelas VI dipindahkan ke rumah warga yang berada di belakang sekolah.
Relokasi dilakukan setelah pihak sekolah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tedunan beserta warga setempat. Termasuk orang tua murid.
"Tiga kelas yang terdampak yaitu kelas IV, kelas V, dan kelas VI. Jumlah siswanya masing-masing 28, 29, dan 27 anak. Total siswa di SDN 1 Tedunan sebanyak 157 orang," terangnya.
Ia menambahkan, proses relokasi dilakukan agar pembelajaran tetap berjalan normal.
Jam belajar tetap mengikuti jadwal semula, yakni Senin hingga Kamis pukul 07.00–11.45 WIB, sedangkan Jumat pukul 07.00–10.30 WIB.
Kresna berharap pemerintah segera merealisasikan rehabilitasi menyeluruh terhadap bangunan sekolah.
Berdasarkan arahan Kepala Disdikpora Jepara, upaya yang diusulkan bukan hanya memperbaiki ruang yang rusak, tetapi merehabilitasi seluruh ruang kelas mengingat kondisi bangunan secara umum sudah menua.
Bangunan SDN 1 Tedunan memiliki panjang sekitar 32 meter dengan luas bangunan mencapai 640 meter persegi yang berdiri di atas lahan seluas 670 meter persegi.
Hingga kini, area yang terdampak masih dikosongkan demi menjaga keselamatan. Sembari menunggu tindak lanjut perbaikan dari pemerintah.
“Sudah dilakukan survey oleh Disdikpora. Kabarnya segera dapat perbaikan,” pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya