Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Bantuan Drone Terdistribusi, Gaet Generasi Milenial Jepara Ikut Nyemplung dalam Inovasi Pertanian

Fikri Thoharudin • Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:23 WIB
CANGGIH: Proses pelatihan penerbangan drone sebagai inovasi alat pertanian di Kabupaten Jepara. (DKPP JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)
CANGGIH: Proses pelatihan penerbangan drone sebagai inovasi alat pertanian di Kabupaten Jepara. (DKPP JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, terus mendorong modernisasi sektor pertanian. Terutama melalui penyaluran bantuan drone pertanian. 

Selain meningkatkan efisiensi kerja petani, penggunaan teknologi ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Kepala DKPP Kabupaten Jepara, Mudhofir, mengatakan jatah bantuan tahun 2025 saat ini telah terdistribusi. Jepara menerima lima unit drone bantuan dari Kementerian Pertanian. 

Tiga unit diserahkan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Desa Sidigede, Klepu, dan Blingoh. Sementara dua unit lainnya dikelola sebagai Brigade Pangan di bawah wewenang DKPP.

"Yang untuk Brigade Pangan nantinya kami gunakan sesuai kebutuhan. Kami petakan wilayah yang membutuhkan percepatan aplikasi pestisida sehingga penggunaannya lebih efektif," ujarnya, pada Jumat (10/7).

Menurut Mudhofir, drone pertanian sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis lahan, mulai dari kebun, tanaman hortikultura, sayuran hingga buah-buahan. 

Namun, saat ini penggunaannya diprioritaskan untuk tanaman pangan dengan hamparan luas dan tingkat kerapatan tanaman yang tinggi.

Ia berharap pada 2026 jumlah bantuan drone pertanian di Jepara terus bertambah. 

DKPP pun berupaya mencari berbagai sumber pendanaan, baik melalui APBN, Banprov Jawa Tengah, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), maupun kerja sama dengan berbagai pihak.

"Kami berusaha agar kebutuhan drone untuk mendukung ketahanan pangan Jepara bisa terpenuhi melalui berbagai alternatif pendanaan," imbuhnya.

Sebelum drone digunakan, para operator mengikuti pelatihan yang difasilitasi penyedia barang bersama Kementerian Pertanian. 

Pelatihan tidak hanya berlangsung satu kali, tetapi dilengkapi praktik dengan jam terbang tertentu hingga peserta memperoleh sertifikat kompetensi sebagai pilot drone.

Mudhofir menjelaskan penggunaan drone sangat membantu petani, terutama di lahan pertanian yang luas dan sulit dijangkau. 

Jika penyemprotan dilakukan secara manual, petani harus membawa tangki berkapasitas sekitar 11 hingga 14 liter dan bolak-balik ke pematang sawah untuk mengisi ulang.

Sebaliknya, dengan drone, penyemprotan lahan seluas satu hektare dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 8 hingga 15 menit. 

Drone juga dilengkapi sistem otomatis, yang membuatnya kembali ke titik pilot saat kapasitas baterai mulai menipis.

"Dalam pengoperasiannya sebenarnya cukup satu orang pilot. Hanya saja biasanya tetap ada tenaga pendamping karena pada jarak tertentu posisi drone sudah tidak terlihat secara kasat mata," jelasnya.

Meski demikian, pembiayaan operasional drone saat ini masih belum sepenuhnya mandiri. 

DKPP berharap seiring meningkatnya kemampuan operator dan semakin luas pemanfaatannya, pengelolaan drone dapat dilakukan secara mandiri oleh kelompok tani.

Lebih lanjut, Mudhofir berharap kehadiran teknologi pertanian modern mampu mengubah cara pandang generasi muda terhadap sektor pertanian.

"Kami ingin pertanian bukan lagi dipandang sebagai pekerjaan semata, tetapi menjadi gaya hidup. Sekarang sudah banyak anak muda yang tertarik menanam melon premium, anggur, dan komoditas bernilai tinggi lainnya," pungkasnya.(fik) 

Editor : Ali Mustofa
#drone pertanian #petani diajari drone alat pertanian #jepara #petani milenial #alat pertanian