JEPARA — Jasad bayi laki-laki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Kaligede, Dukuh Bumiharjo, Desa Clering, Kecamatan Donorojo.
Sontak hal tersebut menggegerkan warga, khususnya yang bermukim di RT 3/RW 6.
Penemuan tersebut semula diketahui pada Kamis (9/7) pukul 20.36.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, mengenai motif serta pelaku pembuangan bayi tersebut.
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi di Jepara.
Belakangan terakhir, pada Selasa (5/5) lalu, juga ditemukan jasad bayi laki-laki lengkap dengan tali pusar di bantaran Sungai Kedungmalang, Kecamatan Kedung.
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Oktavian Andika Saputra menyampaikan semula polisi menerima informasi dari warga setempat. Menyusul penemuan jasad bayi yang mengapung di pinggir sungai.
Penemuan bermula ketika warga Dukuh Krajan, Desa Jugo, RT 2/RW 2, Kecamatan Donorojo Kuswandi sedang mencari ikan di Sungai Kaligede.
Kuswandi, melihat seonggok bayi mengapung di bagian utara jembatan.
Setelah dipastikan apa yang dilihatnya jasad bayi, lalu ia mengadu kepada temannya warga Dukuh Bumiharjo, Desa Clering, RT 3/RW 6, Suyono.
Informasi tersebut cepat menyebar. Warga pun berbondong-bondong mendatangi lokasi penemuan.
Setelah itu, warga melaporkan peristiwa tersebut kepada Polsek Donorojo.
Barang bukti yang ditemukan berupa plastik putih, serta kertas alkohol swap di bagian kepala belakang telinga kanan dan tangan kiri.
Di saat yang sama, juga telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Puskesmas Donorojo.
"Keadaan bayi masih terdapat ari-ari, plasenta dan tali pusar. Keadaan plasenta masih lengkap," ungkapnya pada Jumat (10/7).
Di samping itu juga dijelaskan, bagian ekstremitas atas dan bawah sudah terdapat sianosis. Didapati kebiruan pada selaput lendir atau kulit.
Terdapat pula mekonium atau bercak feses yang dikeluarkan bayi saat pertama kali lahir. Ditemukan pada bagian tubuh seperti kepala, wajah, telinga luar, dada serta ekstremitas bawah.
"Bayi sudah dalam keadaan meninggal. Saat ini kami masih kami dalami," sebut AKP Andika.
Di samping melakukan pemeriksaan luar, jasad bayi juga dibawa ke RSUD Kartini untuk pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk oleh tim Inafis dan Satreskrim Polres Jepara.
"Tidak ditemukan luka dan tanda-tanda kekerasan," ucapnya.
Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan pengumpulan bukti-bukti yang dapat mengarah kepada pelaku pembuangan bayi tersebut.
"Perkiraan kematian sekitar pukul 18.00 hingga 19.00 WIB," pungkasnya.(fik)
Editor : Admin