Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Jepara Bangun SLB Baru di Jepara Selatan, Siap Tampung 900 Siswa Berkebutuhan Khusus Mulai 2027

Fikri Thoharudin • Senin, 6 Juli 2026 | 18:55 WIB
Kepala Disdikpora Jepara Ratib Zaini
Kepala Disdikpora Jepara Ratib Zaini

JEPARA — Kabupaten Jepara segera mendapat tambahan fasilitas pendidikan anyar. 

Utamanya bagi anak berkebutuhan khusus, dengan dibangunnya Sekolah Luar Biasa (SLB) baru di wilayah Jepara Selatan.

Pembangunan tersebut ditujukan untuk memperluas akses layanan pendidikan inklusif.

Sekaligus mengurangi beban SLB Negeri Jepara di Senenan Kecamatan Tahunan, yang selama ini menjadi rujukan utama.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ratib Zaini menyampaikan, pembangunan fisik SLB baru akan dimulai pada tahun ini. Menggunakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. 

Sekolah tersebut ditargetkan mulai menerima peserta didik baru, mulai tahun 2027.

Lokasi pembangunan berada di belakang SMAN 1 Mayong. 

Lahan seluas satu hektare telah disiapkan. Dinyatakan memenuhi persyaratan untuk pembangunan sekolah tersebut.

"Sudah memenuhi syarat. Pembangunan dimulai tahun ini dari pemerintah pusat, sedangkan penerimaan siswa ditargetkan mulai tahun 2027," ungkap Ratib, pada Senin (6/7).

Ratib menjelaskan, SLB baru tersebut dapat menampung sekitar 900 peserta didik. Utamanya pada jenjang SD maupun SMP. 

Kehadiran sekolah ini, dinilai mampu mendekatkan layanan pendidikan, bagi anak berkebutuhan khusus yang berasal dari area selatan Jepara. 

Sehingga tidak perlu menempuh perjalanan jauh menuju SLB Negeri Jepara, yang berada di Senenan.

Sebelumnya, para peserta didik dari wilayah selatan maupun utara Jepara, harus menempuh perjalanan berpuluh-puluh kilometer, untuk dapat bersekolah di SLB Negeri di Senenan.

Untuk area utara Jepara sendiri memang sudah terdapat armada bus untuk antar-jemput siswa. Namun, area selatan Jepara belum terdapat fasilitas sejenis.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan, pemerataan layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. 

Setelah pembangunan SLB di Jepara Selatan, pihaknya juga mulai memikirkan kebutuhan serupa di wilayah utara Kabupaten Jepara.

Menurutnya, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan yayasan maupun pemerintah provinsi. Apabila terdapat usulan pembangunan SLB seperti di Kecamatan Bangsri hingga wilayah utara Jepara. 

Syarat utamanya ialah tersedianya lahan yang memenuhi ketentuan. Minimal satu hektare.

"PR kami berikutnya di wilayah utara. Kalau ada yayasan yang sanggup menyiapkan lahan, bisa diajukan kepada kami. Nanti kalau dikaji dan dinilai layak, bisa diupayakan pembangunan SLB," imbuhnya.

Ia menambahkan, keberadaan SLB di wilayah utara, nantinya dapat diintegrasikan dengan layanan yang sudah ada di SLB Negeri Jepara di Senenan.

Sehingga pemerataan pendidikan inklusif di seluruh wilayah kabupaten dapat terwujud.

Saat ini, SLB Negeri Jepara menjadi satu-satunya SLB negeri di Kabupaten Jepara. Dengan jumlah peserta didik mencapai 468 siswa dari jenjang SD hingga SMA. 

Para siswa berasal dari berbagai kategori kebutuhan khusus, mulai tuna netra, tuna rungu wicara, tuna grahita, tuna daksa hingga autisme. 

Dengan bertambahnya SLB baru, Wiwit berharap akses pendidikan bagi penyandang disabilitas semakin mudah, merata, dan berkualitas.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#SLB Jepara #Pembangunan SLB Baru Jepara #Wujudkan ruang inklusi #Jepara berdaya #pendidikan inklusif