JEPARA — SMK bisa. Jargon yang melekat atas sekolah menengah kejuruan tersebut, terus mendapatkan maknanya.
Tak hanya materi terkait hal-hal yang bersifat akademik, pembelajaran dan penguasaan keterampilan kini terus diburu.
Terlebih dengan semakin luasnya kesempatan menempuh pendidikan, tanpa terbebani biaya. Membuat program beasiswa ini kian diminati masyarakat.
Di SMK Walisongo Pecangaan, Program Kemitraan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun ajaran disambut antusias. SMK ini dipilih sebagai salah satu sekolah, bidikan Pemprov untuk menyukseskan program tersebut. Gratis sekolah tiga tahun.
Ditandai dengan melonjaknya jumlah peserta didik, penerima manfaat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebanyak 20 siswa dari keluarga pra sejahtera, dipastikan memperoleh hak pendidikan gratis selama tiga tahun.
Program ini menjadi angin segar, sekaligus upaya memperkuat komitmen. Agar tidak ada anak yang putus sekolah karena terkendala ekonomi.
Selain beasiswa afirmasi, di SMK Walisongo juga terdapat beasiswa prestasi bagi bintang kelas, kejuruan dan atlet olahraga. Lalu beasiswa tahfidz, yatim piatu, beasiswa PIP dan KIP Kuliah dan beasiswa saudara kandung.
Kepala SMK Walisongo Pecangaan, Irbab Aulia Amri menyampaikan, tahun ini terdapat 20 siswa penerima Program Kemitraan Pemprov Jateng, terdiri atas 13 siswa laki-laki dan tujuh siswa perempuan.
Jumlah tersebut meningkat signifikan, dibanding tahun lalu yang hanya enam siswa.
Ia menjelaskan, program kemitraan memberikan kesempatan bagi lulusan SMP sederajat, untuk bersekolah di sekolah swasta mitra pemerintah melalui jalur afirmasi.
Program ini diperuntukkan bagi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan kategori desil 1 hingga desil 4.
“Kategori yang dipilihkan hanya jalur afirmasi. Bagi mereka yang dikategorikan tidak mampu berdasarkan data Dinsospermasdes, desil 1 sampai 4, bisa mengajukan melalui jalur afirmasi. Pembuatan akun sifatnya online dan bisa diakses dari mana saja,” ungkapnya pada Kamis (25/6).
Di Kabupaten Jepara, terdapat setidaknya empat sekolah swasta yang menjadi mitra Program Kemitraan Pemprov Jateng. Yakni SMK Walisongo Pecangaan, SMK Islam Jepara, SMK Datuk Singaraja, serta SMA NU Kedung.
Menurut Irbab, tingginya animo masyarakat terhadap program tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan akses pendidikan yang terjangkau.
Para peserta program memperoleh pembebasan berbagai biaya pendidikan yang timbul selama proses belajar mengajar, seperti SPP, asesmen, hingga uang gedung.
Meski demikian, seluruh siswa jalur ini, tetap memiliki hak, kewajiban, serta tata tertib yang sama dengan peserta didik lainnya.
“Kami menyambut baik program ini. Setidaknya menjadi bagian dari upaya mencerdaskan generasi bangsa. Yang terpenting, anak-anak bisa terus sekolah, tidak putus sekolah, dan semua punya kesempatan untuk meraih mimpi,” tegasnya.
Saat ini para siswa telah menyelesaikan proses daftar ulang. Bersiap mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin hingga Jumat, 13–17 Juli 2026.
SMK Walisongo Pecangaan sendiri memiliki sejumlah program unggulan, di antaranya SMK Go Global, pembelajaran Bahasa Jepang, kelas industri, serta penguatan kewirausahaan.
Adapun program keahlian yang tersedia meliputi Desain dan Produksi Kriya (DPK), Teknik Otomotif, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), serta Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL).
Selain bidang akademik, sekolah yang berstatus Pusat Keunggulan tersebut juga menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler. Untuk mengembangkan minat dan bakat siswa, seperti menjahit, tata boga, rebana, tari, jurnalistik, futsal, badminton, bola voli, English Club, content creator, hingga digital marketing.
Sementara itu, Ketua SPMB SMK Walisongo Jepara, Sedhah Widuri Arientarini, mengaku sumringah melihat tingginya animo calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur afirmasi.
"Hari ini sudah wawancara semua, senang rasanya. Tidak menyangka. Karena meningkat signifikan, tahun lalu ada enam, kini ada 20," sambungnya.
Pihaknya menjelaskan, seluruh tahapan seleksi dan wawancara bagi peserta jalur afirmasi berjalan lancar. Dalam proses wawancara, panitia menggali sejumlah aspek dasar yang dinilai penting untuk pembinaan peserta didik ke depan.
Menurutnya, salah satu perhatian utama sekolah adalah kemampuan dasar keagamaan siswa.
Meskipun berstatus sekolah menengah kejuruan, SMK Walisongo tetap menekankan penguatan pendidikan agama, termasuk kemampuan membaca dan menulis Alquran.
"Kalau tadi kami lebih ke basic. Anak-anak sekarang perlu dibimbing, seperti cara membaca dan baca tulis Alquran. Meski SMK, background agama juga kami perkuat," katanya.
Ia menambahkan, setelah ini akan ada tahapan berikutnya, yakni peminatan siswa. Dijadwalkan sekitar 4 Juli 2026.
Ia juga merasa bersyukur atas tingginya minat masyarakat terhadap sekolahnya, terutama sejak adanya program kemitraan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Menurutnya, SMK Walisongo merupakan salah satu sekolah swasta yang ditunjuk untuk mengikuti skema kemitraan tersebut. Menjalankan seluruh mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
“Tidak menyangka akan banyak yang mendaftar melalui jalur ini. Membuktikan masyarakat percaya dengan kami,” ucapnya.
Pendaftaran peserta didik baru di SMK Walisongo tahun ini, tercatat mencapai 259 pendaftar.
Dirinya juga menyebut, pendaftaran jalur afirmasi tidak dilakukan langsung ke sekolah, melainkan melalui sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Calon siswa yang memilih SMK Walisongo harus mendaftar melalui platform, yang telah disediakan.
“Dari sejumlah kompetensi keahlian yang tersedia, program Teknik Otomotif masih menjadi pilihan favorit. Mencatat peminat terbanyak pada pelaksanaan SPMB tahun ini,” pungkasnya.(fik)
Editor : Admin