Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kendala Teknis Operasional Pembangkit Sebabkan Penurunan Kapasitas Suplai, PLN Jepara Terapkan Manajemen Beban Terbatas

Fikri Thoharudin • Kamis, 18 Juni 2026 | 18:51 WIB
PEMELIHARAAN: Petugas tengah menebang pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik di area Jepara Kota.(FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
PEMELIHARAAN: Petugas tengah menebang pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik di area Jepara Kota.(FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Pemadaman listrik secara bergilir, masih terjadi di sejumlah Desa di Kabupaten Jepara. 

Kondisi tersebut dipicu oleh kendala teknis operasional, pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai kelistrikan. 

Atas terjadinya hal tersebut pihak PLN, menerapkan manajemen beban secara terbatas. Demi menjaga keandalan sistem.

Pemadaman terjadi di sejumlah wilayah Jepara. Pada Kamis (18/6) menjelang petang misalnya, sekitar pukul 16.45, aliran listrik di Desa Telukawur padam. 

Selanjutnya sekitar pukul 17.00, pemadaman juga terjadi di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari. 

Pada Kamis pagi pun, sekitar pukul 06.05, gangguan listrik juga dilaporkan terjadi di wilayah Ngabul, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Tahunan, sebagian Desa Langon, Senenan, Jalan Taman Siswa Pekalongan, serta kawasan sekitarnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan PLN ULP Jepara dan PLN UP3 Kudus, salah satu penyebab utama pemadaman adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik. 

Mengakibatkan kapasitas pasokan daya menurun. Untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban atau pemadaman bergilir di sejumlah wilayah terdampak.

Pada Rabu (17/6), pemadaman bergilir dilakukan mulai pukul 12.57 hingga 15.30 di wilayah Desa Ngabul sebagian, Desa Langon sebagian, Desa Telukawur, Desa Tegalsambi, Desa Semat, Kelurahan Karangkebagusan, Jalan Pesajen, Jalan HOS Cokroaminoto. 

Lalu sebagian Kelurahan Demaan, Kelurahan Bulu, Jalan MT Haryono, Jalan Pemandian, Kelurahan Jobokuto, Jalan Sersan Sumirat, Jalan Patimura. 

Termasuk sebagian Desa Mulyoharjo, sebagian Desa Bandengan, dan wilayah sekitarnya.

Pemadaman serupa juga dilakukan pada pukul 13.10 hingga 15.30 di wilayah Desa Pecangaan sebagian, Desa Karangrandu, Desa Batukali, Desa Tedunan, Desa Karangaji, Desa Kedungmalang, dan kawasan sekitar. 

Sementara pada pukul 15.00 hingga 17.30, manajemen beban diberlakukan di Desa Brantaksekarjati, Kalipucang Wetan, Gidanglo, Bugo, Kedung Sarimulyo, Dukuh Paren, Welahan, Gedangan, Mijen, Pecuk, Jleper, Ngelo Kulon, serta desa-desa sekitarnya.

Selain faktor penurunan suplai dari pembangkit, sejumlah pemadaman juga dipengaruhi gangguan pada jaringan distribusi. 

Pada Rabu (17/6), PLN melakukan penggantian fuse yang rusak di jaringan listrik yang berdampak pada wilayah Desa Langon, Sukodono, Mantingan, Krapyak, Protoyudan dan sekitarnya. Perbaikan ini dimulai pukul 15.45 dengan estimasi durasi pekerjaan sekitar satu jam.

Gangguan lain juga terjadi akibat kerusakan trafo. PLN melakukan penggantian trafo pada pukul 08.15 yang berdampak pada sebagian wilayah Desa Lebuawu, Krasak, Margoyoso, Sendang, Pendosawalan, Perumahan Asabri, Perumahan Pelangi, Desa Bakalan Wetan, Desa Pelang dan kawasan sekitarnya.

Manajer ULP PLN Jepara, Agil Prabowo, menjelaskan bahwa selain menjalankan agenda pemeliharaan jaringan secara rutin, pihaknya juga menghadapi kendala operasional.

Kali ini terjadi pada sisi pembangkit, yang memengaruhi pasokan listrik ke Kabupaten Jepara. 

Kondisi tersebut membuat PLN harus menerapkan manajemen beban secara terbatas di sejumlah lokasi. Agar dapat menjaga keandalan sistem kelistrikan.

"Ada rutin jadwal pemeliharaan, menyusul memang ada gangguan operasional yang di sisi pembangkit di pasokan kami. Di samping ada pemeliharaan rutin sehingga melakukan manajemen beban secara terbatas," ujar Agil, pada Kamis (18/6).

Ia berharap gangguan pada pembangkit dapat segera ditangani sehingga distribusi listrik kembali normal. 

Menurutnya, persoalan yang terjadi berada pada sisi pembangkit, sedangkan PLN di tingkat distribusi terus berupaya mengoptimalkan pelayanan kepada pelanggan.

"Harapan kami secepatnya selesai. Kalau kami di distribusi, prinsipnya PLN mengerahkan seluruh sumber daya yang ada agar pelayanan tetap berjalan," ucapnya.

Agil menambahkan, tidak seluruh pemadaman listrik disebabkan oleh gangguan pembangkit. 

Beberapa pemadaman yang bersifat tidak terencana juga dapat dipicu oleh gangguan teknis pada jaringan, pohon yang menyentuh jaringan listrik, maupun fluktuasi cuaca. 

Sementara itu, pemadaman terencana umumnya dilakukan untuk mendukung kegiatan pemeliharaan jaringan. Agar pasokan listrik tetap andal.

"Padam tidak terencana bisa karena gangguan pohon, anomali cuaca, maupun gangguan teknis lainnya. Kalau yang terencana biasanya untuk pemeliharaan," jelasnya.

Agil menyebut, para petugas PLN terus bekerja maksimal agar suplai listrik bagi masyarakat tetap terjaga. 

Mengingat Kabupaten Jepara memiliki banyak kawasan industri, pabrik padat karya, dan sektor manufaktur yang sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik.

PLN juga berupaya memberikan informasi estimasi waktu pemulihan, manakala terjadi gangguan.

"Teman-teman dan kami di PLN berupaya maksimal agar listrik tetap menyala. Pengusaha dan UMKM juga membutuhkan prediksi kapan listrik normal kembali, sehingga kami selalu berusaha memperbarui informasi kepada pelanggan. Sejauh ini kondisi sistem masih aman," imbuhnya.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, akibat pemadaman tersebut. 

Perusahaan pelat merah ini menegaskan, terus berupaya mempercepat pemulihan operasi pembangkit. Serta memastikan kondisi jaringan distribusi aman, sebelum aliran listrik dinormalkan kembali. 

Pelanggan yang mengalami gangguan kelistrikan, juga dapat melaporkan melalui layanan PLN Mobile maupun Call Center 123.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#kendala kelistrikan #Manajemen beban terbatas PLN #Batubara menipis #Pemadaman listrik Jepara hari ini #pln jepara