Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kapal Tongkang Rute Kalimantan-Batang Miring dan Nyaris Tenggelam, Perbaikan Dilakukan di Luar Zona Konservasi 

Fikri Thoharudin • Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33 WIB
MIRIS: Kondisi kapal tongkang Banjarmasin - PLTU Batang yang hampir tenggelam di perairan Jepara, kini tengah dilakukan perbaikan. (WARGA UNTUK RADAR KUDUS)
MIRIS: Kondisi kapal tongkang Banjarmasin - PLTU Batang yang hampir tenggelam di perairan Jepara, kini tengah dilakukan perbaikan. (WARGA UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Kapal tongkang yang mengangkut batu bara, tujuan Kalimantan Selatan menuju PLTU Batang, terpaksa berlindung di perairan Jepara.

Semula kapal tersebut miring dan nyaris tenggelam. Diduga karena mengalami kebocoran, karena kapal berkarat serta imbas cuaca ekstrem saat berlayar di Laut Jawa. 

Kondisi tersebut membuat awak kapal khawatir tongkang tidak dapat bertahan hingga tujuan. Lalu diputuskan mencari lokasi aman, untuk melakukan perbaikan darurat.

Kepala Stasiun Radio Pantai (SROP) Jepara Distrik Navigasi Semarang Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Edi Pitono, menjelaskan tongkang tersebut mengalami kendala sejak Selasa (9/6).

Pihaknya belum dapat memastikan kerusakan apa yang telah dialami kapal tersebut. 

Namun diduga akibat kebocoran pada lambung. Sehingga menyebabkan badan kapal miring. 

Pihaknya kemudian mengarahkan kapal untuk berlindung di perairan Jepara, yang dinilai aman dan jauh dari kawasan konservasi maupun jalur pelayaran utama.

Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan laporan yang diterima SROP Jepara, tongkang MDM 4 BATOLA yang ditarik kapal tunda dalam pelayaran dari Banjarmasin menuju PLTU Batang, meminta izin berlabuh pada Selasa (9/6) sekitar pukul 16.18. 

Saat itu kapal berada pada koordinat 06°32'130” LS dan 110°39'040” BT, dengan total 11 awak kapal di atas kapal.

Menurut Edi, tongkang semula direncanakan tetap ditarik menuju Batang untuk menjalani perbaikan. 

Namun kondisi kemiringan yang semakin bertambah, membuat nahkoda dan operator kapal mengambil keputusan. Untuk mencari tempat perlindungan sementara di wilayah perairan Jepara.

“Tongkang diperkirakan bocor. Karena kemiringannya bertambah dan dikhawatirkan tidak bisa diatasi di tengah perjalanan, akhirnya diputuskan shelter dulu di perairan Jepara,” jelasnya, Sabtu (13/6).

Lokasi labuh dipilih di sebelah barat Pantai Pungkruk. 

Kawasan tersebut dinilai memiliki kedalaman yang memadai bagi kapal, serta tidak mengganggu alur pelayaran. 

Di samping itu, titik tersebut juga berada jauh dari kawasan konservasi dan terumbu karang. Sehingga risiko dampak lingkungan dapat diminimalkan.

Ia menambahkan, sebelum menentukan lokasi labuh, pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait. 

Dugaan kondisi tongkang yang sudah tua dan keropos, menjadi salah satu penyebab terjadinya kebocoran. 

Selain itu, cuaca di Laut Jawa dalam beberapa waktu terakhir cukup ekstrem. Hal ini memberikan tekanan pada struktur kapal selama pelayaran.

Saat ini proses perbaikan masih berlangsung. Material perbaikan secara berkala didatangkan. Sementara, tenaga teknis tambahan juga didatangkan, untuk menangani kerusakan pada badan tongkang.

Meski sempat mengalami kondisi darurat, seluruh awak kapal dilaporkan dalam keadaan selamat. 

Sebanyak 11 anak buah kapal beserta nahkoda tetap berada dalam kondisi aman, saat proses penanganan berlangsung.

Edi mengimbau seluruh kapal yang beroperasi di Laut Jawa, untuk terus memperhatikan informasi cuaca dari BMKG. Serta mematuhi prosedur keselamatan pelayaran. 

Koordinasi dengan SROP dan otoritas pelabuhan juga perlu dilakukan. Apabila menghadapi kondisi darurat, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

"Sekarang sudah masuk musim Timuran, ombak tidak terlalu besar tapi kontinyu," pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
#Banjarmasin Batang #terumbu karang terancam tongkang #kapal tongkang #batu bara #perairan jepara