JEPARA — Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kabupaten Jepara, menemukan beberapa kasus cacing hati dan cacing gelang pada hewan kurban.
Meskipun demikian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara memastikan, daging hewan kurban tetap aman dikonsumsi masyarakat.
Utamanya setelah bagian yang terinfeksi dibuang, lalu daging dimasak hingga benar-benar matang.
Kepala DKPP Kabupaten Jepara, Mudhofir, menyampaikan pihaknya melakukan pemeriksaan post mortem (PM) atau pemeriksaan organ dalam hewan kurban selama momen Iduladha.
Delapan orang ditugaskan. Mulai dari dokter hewan dan paramedis, untuk mengecek kesehatan hewan kurban, serta apakah ada penyakit cacing hati pada hewan kurban.
Delapan petugas terbagi menjadi dua tim. Menyisir Jepara bagian Utara dan Selatan.
Hal tersebut akan dilakukan hingga hari tasyrik. Untuk memastikan daging hewan kurban aman dikonsumsi.
“Hasil pemeriksaan PM sebagian besar sehat. Ditemukan cacing hati 2 ekor dan cacing gelang 1 ekor. Namun, masih aman dikonsumsi, setelah bagian yang terinfeksi dibuang dan dimasak hingga benar-benar matang,” jelas Mudhofir pada Kamis (28/5).
Ia menjelaskan, temuan cacing hati ditemukan di dua lokasi pemotongan hewan kurban, yakni di Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara dan Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji.
Sementara temuan cacing gelang, ditemukan di lokasi pemotongan hewan kurban di Demaan.
Menurutnya, temuan tersebut masih dalam kategori wajar dan tidak membahayakan, apabila penanganannya dilakukan dengan benar sesuai prosedur kesehatan pangan.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi hewan sebelum dan sesudah penyembelihan, memenuhi standar kesehatan.
Mudhofir menyebut, petugas memeriksa kondisi fisik hewan, organ dalam, hingga kualitas daging yang dibagikan kepada masyarakat.
Pengawasan itu dilakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat mengonsumsi daging kurban.
“Petugas terus melakukan pemeriksaan di berbagai tempat pemotongan hewan kurban untuk memastikan daging yang disembelih aman dikonsumsi masyarakat,” imbuhnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila menemukan bagian organ hewan yang terindikasi cacing.
Warga diminta segera memisahkan dan membuang bagian yang terinfeksi, kemudian memastikan proses memasak dilakukan hingga matang sempurna.
Selain itu, Mudhofir juga mengimbau agar masyarakat menjaga kebersihan, saat proses pengolahan daging kurban. Guna mencegah kontaminasi dan gangguan kesehatan lainnya.
Sementara itu, Sekretaris PDM Jepara, Hanbali menyampaikan hingga Kamis (28/5) pukul 14.15, hewan kurban yang disembelih di Jepara mencapai 900 ekor.
Hewan kurban ini disembelih di sejumlah tempat, baik masjid, lembaga pendidikan ataupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). “Alhamdulillah. Sapi 269 ekor, kerbau 17 ekor dan kambing 614 ekor. Tidak ditemukan infeksi cacing dalam daging,” pungkasnya.(fik)
Editor : Admin