Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bupati Jepara Tembus Jalur Ekstrem Sumanding–Duplak Lereng Muria

M. Khoirul Anwar • Senin, 25 Mei 2026 | 09:16 WIB
TERABAS: Bupati Jepara Witiarso Utomo jajal jalur Sumanding-Duplak pada Sabtu (23/5). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
TERABAS: Bupati Jepara Witiarso Utomo jajal jalur Sumanding-Duplak pada Sabtu (23/5). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

 

JEPARA - Bupati Jepara Witiarso Utomo meninjau langsung jalur baru Sumanding–Duplak di lereng utara Muria, Sabtu (23/5), setelah proyek pembukaan akses sepanjang 6,5 kilometer rampung dikerjakan selama 106 hari. Jalur penghubung Desa Sumanding dan Dukuh Duplak itu diproyeksikan menjadi akses mitigasi bencana sekaligus jalur wisata baru di Jepara.

Jalur Sumanding–Duplak Jadi Akses Baru Lereng Muria

Bupati Jepara Witiarso Utomo memacu motor trail melewati jalur tanah merah yang masih licin dan berbatu saat meninjau pembukaan akses baru Sumanding–Duplak.

Jalur tersebut membelah kawasan perbukitan Muria utara dan menghubungkan Desa Sumanding Kecamatan Kembang dengan Dukuh Duplak Desa Tempur Kecamatan Keling. Di beberapa titik, badan jalan masih sempit dengan tebing curam di satu sisi dan jurang terbuka di sisi lainnya.

“Alhamdulillah sudah tembus. Tinggal melakukan pelebaran dan pengerasan jalan supaya bisa dijadikan badan jalan yang lebih aman,” ujar Bupati Jepara Witiarso Utomo.

Jalur sepanjang 6,5 kilometer itu menjadi harapan baru warga lereng Muria. Kawasan Tempur sebelumnya sempat terisolasi akibat longsor besar pada awal tahun lalu.

Pemkab Jepara Siapkan Jalur Mitigasi dan Wisata Baru

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan jalur Sumanding–Duplak diproyeksikan menjadi akses alternatif saat terjadi bencana longsor di kawasan pegunungan Muria.

Menurutnya, keberadaan jalur baru itu memungkinkan kendaraan darurat dan alat berat tetap dapat masuk ketika jalur utama tertutup longsor.

“Kalau terjadi longsor seperti kemarin, minimal masih ada akses lain dan alat berat juga bisa masuk,” katanya.

Meski sudah tembus, Pemkab Jepara belum membuka jalur tersebut untuk wisatawan umum. Kondisi jalan masih berupa tanah merah, batu padas dan tebing terbuka yang rawan licin saat hujan turun.

“Untuk warga setempat yang sudah biasa melalui jalan seperti ini masih memungkinkan. Tapi wisatawan belum kami anjurkan lewat sini dulu,” tegas Bupati Jepara Witiarso Utomo.

Pemkab Jepara menyiapkan anggaran Rp 500 juta pada perubahan APBD tahun ini untuk pengerasan dan pelebaran jalan. Sejumlah titik akan diperluas hingga enam meter agar kendaraan besar dan alat berat dapat melintas bersimpangan.

Selain jalur kebencanaan, kawasan tersebut mulai diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru lereng Muria. Sedikitnya enam titik wisata dipetakan, yakni Bukit Bejagan, Watu Mayung, Watu Gambang, Ngangok, Watu Lorot dan Pinusan.

BPBD Jepara Hadapi Longsor dan Tebing Curam Selama Pengerjaan

Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan pembukaan jalur Sumanding–Duplak bukan pekerjaan ringan karena alat berat harus bekerja di kawasan bukit curam dan labil.

Titik tersulit berada di kawasan Bukit Ngangook dengan kontur menyerupai “geger sapi” atau punggung sapi yang sempit. Di lokasi tersebut, proses pengerjaan memerlukan waktu hampir satu bulan.

“Di titik itu pengerjaannya hampir sebulan sendiri karena alat berat harus merambat pelan-pelan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto.

EKSTREM: Bupati Jepara Witiarso Utomo mendengarkan penjelasan Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto saat melihat titik rawan di jalan Sumanding-Duplak.
EKSTREM: Bupati Jepara Witiarso Utomo mendengarkan penjelasan Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto saat melihat titik rawan di jalan Sumanding-Duplak.

 

Sebanyak tiga ekskavator diterjunkan membuka jalur perbukitan sepanjang empat kilometer. Sementara total jalur penghubung mencapai sekitar 6,5 kilometer.

Cuaca menjadi tantangan terbesar selama proses pengerjaan berlangsung. Hujan hampir turun setiap hari sehingga jalur yang berhasil dibuka sering kembali tertutup longsor keesokan paginya.

 

“Sudah dibuka, besok pagi tertutup longsor lagi. Memang sangat ekstrem,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto.

Meski masih berupa jalan tanah merah dan batuan tebing, jalur Sumanding–Duplak kini mulai bisa dilalui motor trail dan jeep warga saat cuaca cerah. Selain membuka akses baru di lereng Muria, Pemkab Jepara juga menyiapkan rehabilitasi jalur utama Damarwulan–Tempur senilai Rp 4,5 miliar tahun ini. (fik/war) 

 

Editor : Admin
#Jalur Sumanding Duplak #Lereng Muria #witiarso utomo #Wisata jepara #bpbd jepara