JEPARA – Jalur alternatif Duplak–Sumanding resmi dibuka Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, Sabtu (23/5/2026). Akses baru di kawasan lereng Muria itu langsung mencuri perhatian karena menyuguhkan panorama alam ekstrem sekaligus eksotis.
Hamparan tanah merah bekas lintasan alat berat masih terlihat jelas di sepanjang jalur yang baru dibuka tersebut. Di sejumlah titik, kendaraan harus melintas perlahan di jalan sempit dengan tebing tinggi di sisi kanan dan jurang terbuka di sisi kiri.
Bekas roda alat berat membentuk alur kasar di permukaan jalan. Batu-batu kecil masih tampak berserakan di beberapa bagian jalur, memperlihatkan medan yang sebelumnya merupakan kawasan perbukitan alami
Meski begitu, suasana khas pegunungan justru menjadi daya tarik tersendiri. Udara sejuk, kabut tipis lereng Muria, hamparan pepohonan hijau, hingga kebun kopi warga menyambut setiap pengendara yang melintas.
Usai prosesi pemotongan pita, Bupati Jepara bersama rombongan turut meninjau langsung jalur tersebut. Pembukaan akses ini disebut menjadi jawaban atas harapan panjang masyarakat Desa Duplak dan Desa Sumanding.
“Alhamdulillah, jalan alternatif Duplak–Sumanding yang selama ini menjadi harapan masyarakat akhirnya bisa dibuka,” ujar Witiarso.
Menurutnya, jalur baru tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilitas warga sekaligus membuka potensi ekonomi baru, terutama sektor wisata alam dan wisata kopi di kawasan Sumanding.
Belakangan, wilayah Sumanding memang mulai dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil kopi di lereng Muria. Potensi itu semakin menguat setelah digelarnya Sumanding KopiFest 2026 yang menarik perhatian masyarakat dan pecinta kopi lokal.
Warga berharap akses baru tersebut nantinya berkembang menjadi jalur wisata alam yang mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian desa.
Pembukaan jalur Duplak–Sumanding juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jepara dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah hingga kawasan pedesaan.